Bekas Pacar Atau Mantan Pacar, Siapa Penemu Kata Mantan?

7 hours ago 5
Jakarta -

Dulu orang Indonesia lebih sering memakai kata 'bekas' untuk mereka yang pernah menduduki posisi tertentu. Jadi, sebelum ada mantan pacar, orang memakai bekas pacar. Lalu, siapa penemu mantan?

Sebelum memasuki era 1980-an, orang Indonesia masih memakai kata bekas untuk menggambarkan status posisi seseorang. Seperti misalnya bekas istri, bekas presiden, bekas jenderal, bekas menteri atau bekas mantan.

Tapi nuansa yang ada ketika mendengar kata bekas, orang mulai merujuk pada benda/barang. Kata bekas kemudian dianggap kurang pantas atau kesannya seperti merendahkan.

Dikutip dari laman Kemendikdasmen, maka pada tahun 1984 muncul kata pengganti bekas. Seorang budayawan dari Universitas Sriwijaya, Ahmad Bastari Suan mengusulkan kata mantan dalam majalah Pembinaan Bahasa Indonesia.

Asal-usul Kata Mantan

Kata mantan ini merupakan serapan dari bahasa Basemah, Komering, dan Rejang. Arti mantan dalam bahasa tersebut 'tidak berfungsi lagi'.

Dalam bahasa Basemah ada bentuk penggawe mantan 'eks pegawai; pegawai yang tidak berfungsi lagi', ketip mantan 'eks khatib; khatib yang tidak berfungsi lagi', dan penghulu mantan 'eks penghulu; penghulu yang tidak berfungsi lagi'.

Di dalam bahasa Jawa, ada kata manten yang arti dan bentuknya bertalian juga dengan mari dan mantun, yang diambil dari bahasa Jawa Kuno dengan makna 'berhenti'. Misalnya, dalam bahasa Jawa Kuna, ada mariyapanas (1) 'berhenti ia dari kemarahan', (2) 'berhentilah dari kemarahan' dan manten angucap 'berhenti berkata'.

Kata bekas dalam bahasa Indonesia pada bangun frasa dapat menjadi intinya (yang diterangkan), seperti pada frasa bekas menteri, dan dapat juga menjadi atribut (yang menerangkan), seperti pada mobil bekas.

Karena kata mantan itu menggantikan kata bekas yang berfungsi sebagai inti frasa, maka letaknya, sesuai dengan hukum DM, di awal frasa; mantan menteri, mantan presiden, mantan guru SD, dan sebagainya.

Adapun pemakaian kata mantan ini bertujuan untuk menghilangkan konotasi yang buruk dan untuk menghormati orang. Oleh sebab itu, pemakaiannya pun terkait dengan orang yang dihormati yang pernah memangku jabatan dengan baik atau yang pernah mempunyai profesi.

Sejak saat itu, kata mantan terus dipakai hingga hari ini. Kata bekas masih dipakai tapi hanya untuk subjek dengan konotasi buruk atau rendah seperti untuk menyebut bekas penjahat ulung, bekas diktator, bekas kuda balap, bekas mobil presiden, pakaian bekas, barang bekas.

Kata mantan kini sudah sangat populer dipakai. Hal ini tak terlepas dari jasa Ahmad Bastari Suan.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |