BBM Naik! Pekerja Tambang Ngamuk, Ibu Kota 'Hujan' Gas Air Mata

23 hours ago 4
Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di La Paz, Bolivia, Senin (5/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di ibu kota, La Paz, Bolivia. (REUTERS/Claudia Morales)

Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di La Paz, Bolivia, Senin (5/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

Aksi massa ini merupakan bentuk protes keras terhadap kebijakan pemerintah Bolivia yang mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM). (REUTERS/Claudia Morales)

Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di La Paz, Bolivia, Senin (5/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

Pencabutan subsidi tersebut secara langsung memicu lonjakan harga solar dan bensin, yang kemudian berdampak pada kenaikan tarif transportasi serta harga kebutuhan pokok lainnya. (REUTERS/Claudia Morales)

Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di La Paz, Bolivia, Senin (5/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

Insiden bentrokan pada awal pekan ini bukan yang pertama. Sebelumnya, para pekerja dan penambang juga sempat terlibat adu fisik dengan kepolisian saat menggelar aksi serupa pada pekan lalu. (REUTERS/Claudia Morales)

Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di La Paz, Bolivia, Senin (5/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

Gas air mata sempat menghujani area demonstrasi saat para penambang menentang Dekrit 5503 yang menjadi dasar kenaikan harga BBM. (REUTERS/Claudia Morales)

Para penambang yang berafiliasi dengan Central Obrera Boliviana (COB) bentrok dengan polisi anti huru hara saat melakukan aksi di La Paz, Bolivia, Senin (5/1/2026) waktu setempat. (REUTERS/Claudia Morales)

Aksi penolakan ini menunjukkan eskalasi ketegangan antara pemerintah dan kelompok pekerja di Bolivia menyusul keputusan ekonomi yang dianggap memberatkan rakyat. (REUTERS/Claudia Morales)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |