Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana untuk menambah jumlah Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) tahun ini menjadi 500.000 rumah tangga. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang hanya menjangkau 200.000 rumah tangga.
Menurut Bahlil, kenaikan tersebut didorong oleh permintaan anggota Komisi XII DPR RI. Oleh karena itu, ia meminta agar Komisi XII DPR dapat melakukan sinkronisasi dengan Kementerian ESDM terkait program tersebut.
"2026 berapa? Itu berapa? 200 apa 300 ribu? Naikkan menjadi 500 ribu, karena ini atas permintaan daripada teman-teman Komisi 12. Nanti kita minta teman-teman Komisi 12 juga untuk membantu kami agar program-program itu mencapai sasaran," kata Bahlil saat Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).
Di sisi lain, Bahlil menegaskan bahwa dirinya tidak akan merasa sukses sebagai Menteri ESDM apabila masih ada desa dan kelurahan di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik.
"Bapak Ibu semua, kalau boleh jujur saya katakan, dan lubuk hati yang paling dalam, saya merasa Insya Allah sampai selesai menjadi kabinet sukses, kalau semua desa-desa, lurah-lurah itu semua diairi dengan listrik semuanya," kata Bahlil.
Menurut dia, sekalipun capaian target lifting minyak dan gas bumi tercapai, namun apabila masih ada masyarakat di wilayah terpencil yang hidup tanpa akses listrik dia merasa gagal menjadi Menteri.
"Sekalipun katakanlah lifting tercapai, tapi kalau saudara-saudara kita di desa-desa, di lurah-lurah itu belum dapat listrik, saya menganggap saya Menteri yang gagal," ujarnya.
Bahlil menyampaikan keprihatinan atas ketimpangan infrastruktur dasar di Indonesia, meskipun telah mencapai 80 tahun kemerdekaan. Ia lantas menceritakan pengalaman masa kecilnya tumbuh di desa tanpa listrik, di mana ia belajar menggunakan lampu pelita sehingga area wajahnya sering hitam.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]


















































