Awas Risiko Bubble! IHSG Bisa Bullish Didorong Saham Valuasi Mahal

1 day ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang langsung ngegas dan mencatatkan posisi tertinggi sepanjang sejarah di awal tahun ini disebut rapuh dan berpeluang menjadi gelembung.

Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS Deni Friawan menekankan investor pasar saham harus jeli melihat fenomena kenaikan IHSG yang impresif sejak kuartal empat 2025 hingga saat ini.

Deni mengatakan pendorong IHSG lebih karena perusahaan yang tidak memiliki fundamental yang baik dengan valuasi yang mahal.

"Tapi kalau kita lihat dari IHSG komponen itu, kenapa sih IHSG kita menguat hari ini? Itu kan yang menguat kebanyakan bukan perusahaan-perusahaan yang fundamentalnya bagus. Maksud saya misalnya bukan bank BCA, BRI, Bank Mandiri, atau Indofood, atau ICBP, dan segala macam. Yang kebanyakan ini kan adalah perusahaan-perusahaan baru yang bahkan pernya aja sampai 500 kali," katanya saat acara Media Briefing: "Outlook 2026: Ancaman dan Risiko Instabilitas Ekonomi, Sosial, dan Politik" pada Rabu (7/1/2026).

Ia mengatakan jika IHSG digerakkan oleh saham yang memiliki valuasi sangat mahal meningkatkan potensi gelembung atau bubble.

"Jadi menurut saya ini lebih ke arah bubble yang tidak ditopang oleh fundamental. Jadi yang dikhawatirkan adalah ini boom and bust. Nah bust-nya ini yang harus dikhawatirkan," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa IHSG yang menguat signifikan tidak bisa menjadi cerminan bahwa pasar melihat perekonomian Indonesia baik seperti kata Sebab, IHSG menguat bukan karena adanya capital inflow namun goreng menggoreng.

"Naiknya IHSG ini bukan karena tadi capital inflow, tapi lebih banyak domestic yang goreng-menggoreng. Nah ini menurut saya yang harus dikhawatirkan. Jangan sampai praktek-praktek seperti ini itu menciptakan hal yang semu. goreng-goreng saham itu harus diatasi oleh BEI," tegasnya.

(ras/haa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |