Awas PD 3 Pecah, Rusia Murka AS Sita Tanker Minyaknya

14 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Rusia melontarkan protes keras atas penyitaan kapal tanker minyak berbendera Rusia oleh militer Amerika Serikat (AS). Moskow menilai tindakan tersebut berpotensi memicu krisis internasional dan meningkatkan ketegangan militer-politik di kawasan Euro-Atlantik.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut penyitaan kapal tanker Marinera sebagai tindakan paksa yang melanggar hukum maritim internasional. Kapal tersebut ditangkap oleh Komando Eropa AS di perairan internasional barat laut Skotlandia, setelah dikejar sejak dari Laut Karibia.

"Kami menyampaikan keprihatinan serius terkait tindakan paksa yang melanggar hukum terhadap kapal tanker minyak Marinera oleh angkatan bersenjata AS," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip Reuters, Jumat (9/1/2026).

Menurut Moskow, Marinera secara sah mengibarkan bendera Rusia sejak 24 Desember 2025, setelah memperoleh izin sementara dari Kementerian Transportasi Rusia. Otoritas Rusia menegaskan bahwa status tersebut sesuai dengan norma hukum internasional dan telah disampaikan kepada pihak AS melalui saluran resmi.

AS menuding kapal tersebut melanggar sanksi unilateral Washington terkait ekspor minyak Venezuela. Namun Rusia menolak keras alasan tersebut.

"Hukum maritim internasional secara tegas membatasi penghentian dan penggeledahan kapal di perairan internasional hanya pada kondisi tertentu, seperti pembajakan atau perdagangan budak, yang jelas tidak relevan dalam kasus ini," tegas para diplomat Rusia.

Moskow juga menyatakan telah berulang kali melayangkan protes atas pengejaran Marinera selama berminggu-minggu oleh pasukan AS, tanpa adanya konsultasi dengan Rusia sebagai negara bendera kapal.

"Penggeledahan kapal sipil dan penangkapan awak kapal oleh personel militer AS tidak dapat ditafsirkan selain sebagai pelanggaran paling mencolok terhadap prinsip dasar hukum maritim internasional," ujar Kementerian Luar Negeri Rusia.

Selain itu, Rusia mengecam ancaman penuntutan terhadap awak kapal di wilayah AS. Awak Marinera diketahui terdiri dari warga negara Rusia, Ukraina, dan India. Moskow menuntut agar mereka diperlakukan secara manusiawi dan segera dipulangkan ke negara masing-masing.

Insiden ini berawal saat Marinera, yang sebelumnya bernama Bella 1, menjadi perhatian otoritas AS. Ini setelah kapal itu dilaporkan mencoba mendekati Venezuela pada akhir tahun lalu.

Penjaga Pantai AS sempat mencoba menaiki kapal tersebut, namun awak menolak dan mengubah haluan ke Samudra Atlantik. Kapal itu mengganti nama kapal dan mengajukan izin pengibaran bendera Rusia.

Lebih lanjut, Rusia memperingatkan bahwa penyitaan Marinera dapat menjadi preseden berbahaya. Salah satunya menciptakan krisis internasional.

"Kesiapan Washington untuk menciptakan krisis internasional yang akut hanya akan memperburuk hubungan bilateral dan menurunkan ambang batas penggunaan kekuatan terhadap kapal sipil," kata Moskow.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |