Asing Jual BBCA Tanpa Ampun, Net Sell Tembus Rp 5,86 Triliun

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mendapat tekanan jual asing yang sangat besar dalam semingguan terakhir. Pada periode 19-27 Januari 2026, net foreign sell BBCA mencapai Rp 5,86 triliun. 

Padahal total net foreign sell di pasar pada periode yang sama sebesar Rp 4,46 triliun atau di bawah total net sell BBCA. Seiring dengan tekanan jual asing tersebut, saham BBCA sudah merosot 575 poin atau -7,12% pada periode yang sama. 

Saat ini harga saham BBCA berada di bawah moving average (MA) 9 dan MA 50, menandakan tekanan jual masih dominan. Struktur harga membentuk lower high-lower low sejak gagal bertahan di area 8.800-9.000. Pun volume masih besar saat posisi harga tengah menukik ke bawah. 

Pada perdagangan kemarin, Selasa (27/1/2026), net sell asing di BBCA juga masih bernilai jumbo atau Rp 1,1 triliun. Rata-rata asing menjual BBCA di harga Rp 7.536,3.

Harga saham BBCA pun tergerus seiring aksi jual asing tersebut. BBCA turun 1,96% ke level 7.500 dan menjadi satu pemberat utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil balik arah setelah seharian bergerak di zona koreksi pada perdagangan kemarin. Setelah sempat turun 1,13% pada sepuluh menit pertama perdagangan, IHSG ditutup naik tipis 4,89 poin atau naik 0,05% ke level 8.980,23.

Sebanyak 441 saham turun, 232 naik, dan 130 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,11 triliun, melibatkan 33,24 miliar saham dalam 2,08 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan hijau dengan kenaikan paling tinggi dicatatkan oleh energi dan teknologi, sedangkan yang mengalami depresiasi terparah adalah konsumer primer dan finansial.

DSSA, GOTO dan TLKM tercatat menjadi penggerak utama IHSG.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |