AS-Israel vs Iran Memanas, Mesir Warning Ancaman Terusan Suez

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Mesir Abdel Fattah al‑Sisi memperingatkan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran berpotensi mengancam Terusan Suez, jalur perdagangan maritim vital yang menghubungkan Eropa dan Asia.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Minggu malam waktu setempat, Sisi menyebut ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Merah sebagai risiko serius bagi navigasi dan perdagangan internasional.

"Kami sangat waspada terhadap kelanjutan perang karena perkembangan di Selat Hormuz dan dampaknya pada navigasi di Terusan Suez," kata Sisi, seperti dikutip AFP, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, Mesir telah menderita kerugian finansial besar akibat gangguan jalur ini selama dua tahun terakhir.

Sisi sebelumnya menyebut pendapatan Terusan Suez turun 60% pada 2024, dengan kerugian sekitar US$ 7 miliar atau sekitar Rp 117,9 triliun. "Penurunan ini memberi tekanan besar pada ekonomi Mesir yang sangat bergantung pada kanal," ujar Sisi.

Saat ini, beberapa perusahaan pelayaran besar dunia, termasuk Maersk, Hapag-Lloyd, CMA CGM, dan MSC, menghentikan operasi di Selat Hormuz dan Selat Bab el‑Mandeb untuk menghindari resiko serangan militer. Banyak kapal kini memutar jalur melalui Tanjung Harapan, Afrika Selatan, yang menambah waktu dan biaya logistik.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi ekspor minyak global, sementara Terusan Suez menjadi jalan pintas penting antara Eropa dan Asia. Gangguan berkelanjutan di kedua jalur ini diperkirakan akan menambah ketidakpastian pasar energi dan perdagangan internasional.

Gangguan arus pelayaran sempat terjadi sejak serangan Houthi di Laut Merah pada Oktober 2023. Meski sempat membaik beberapa bulan terakhir, eskalasi terbaru menimbulkan risiko baru bagi jalur vital ini.

(tfa/tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |