Anev Operasi Ketupat 2026, Kakorlantas Bicara Pentingnya Kelancaran-Keselamatan Lalin

5 hours ago 2

Semarang -

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menggelar forum Analisis dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026. Dalam forum ini, dia membicarakan pentingnya ketegasan dan turun langsung ke lapangan dalam memastikan kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

Acara yang dibuka langsung oleh Irjen Agus ini berlangsung di Hotel Padma Semarang, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026). Hadir Menhub Dudy Purwagandhi, Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej , Dirut PT Pelindo Achmad Muchtasyar, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo, Dirut PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Dirut PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.

Hadir pula para pemateri akademisi dan pakar, di antaranya Pakar Transportasi Darmaningtyas, Pakar Transportasi Tri Tjahjono, hingga Guru Besar STIK Prof Albertus Wahyurudhanto. Agenda ini dihadiri seluruh PJU Korlantas Polri hingga para Dirlantas se-Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kakorlantas Polri Irjen Agus SuryonugrohoKakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Foto: dok. istimewa

Dalam arahannya, Kakorlantas menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan Operasi Ketupat tidak hanya diukur dari kecepatan kendaraan, melainkan kelancaran arus lalu lintas secara menyeluruh, baik di jalan tol, arteri, maupun penyeberangan pelabuhan.

"Yang kita ukur adalah kelancaran, bukan kecepatan. Ini penting agar mobilitas masyarakat tetap terjaga dengan aman dan nyaman," ujar Kakorlantas.

Selain itu, aspek keamanan dan keselamatan juga menjadi perhatian utama. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi kamtibmas, khususnya pada momen puncak arus mudik maupun balik.

"Momentum ini harus aman. Tidak hanya lalu lintas, tetapi juga keamanan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu seluruh jajaran harus turun langsung ke lapangan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas juga menyoroti pentingnya menyesuaikan dinamika di lapangan dalam pengambilan keputusan terkait rekayasa lalu lintas. Menurutnya, penerapan predictive traffic policing dan manajemen berbasis data menjadi kunci dalam mengelola arus kendaraan secara efektif.

Ia turut memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Lampung yang dinilai berhasil dalam pengendalian kendaraan sumbu tiga selama operasi, serta menegaskan pentingnya ketegasan dalam implementasi kebijakan tersebut.

"Kebijakan sudah jelas, tidak boleh ada kendaraan sumbu tiga yang melintas. Ini harus didukung penuh demi kelancaran arus mudik dan balik," tegasnya.

Terakhir, Irjen Pol. Agus menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif dalam menyampaikan kebijakan kepada masyarakat, serta peran media dan akademisi dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat.

Dari sisi keselamatan, ia menyampaikan bahwa terjadi penurunan angka kecelakaan dan fatalitas selama periode operasi. Selain itu, dukungan infrastruktur seperti jalan tol fungsional juga dinilai sangat membantu kelancaran arus lalu lintas.

Kakorlantas juga menyoroti pentingnya kepemimpinan di lapangan, di mana seluruh pimpinan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dituntut untuk hadir langsung dan mengambil peran aktif dalam pengendalian situasi.

"Leadership itu kunci. Semua harus turun, mulai dari pusat hingga daerah. Dengan begitu, kinerja akan semakin optimal dari tahun ke tahun," pungkasnya.

Kakorlantas Polri Irjen Agus SuryonugrohoKakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho Foto: dok. istimewa

Irjen Agus mengingatkan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat terhadap berbagai dinamika, termasuk persoalan kepadatan di rest area dan jalur lintas. Karena itu, ia mendorong seluruh pihak tidak hanya fokus pada perencanaan, tetapi juga konsisten dalam pelaksanaan di lapangan.

Di Operasi Ketupat mendatang, dia meminta seluruh jajaran, bersikap tegas dalam pengawasan dan menegakkan aturan di lapangan. Menurutnya, ketegasan menjadi kunci untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar.

Selain ketegasan, Irjen Agus juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan seperti yang dicontohkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai keberhasilan Operasi Ketupat tidak lepas dari keterlibatan aktif para pimpinan, baik dari Polri maupun kementerian terkait.

"Yang penting adalah berkaitan dengan leadership, ini penting sekali, kepemimpinan. Jadi Pak Menteri turun, Pak Kapolri turun, dan kita semuanya turun, dan saya yakin Pak Dirlantas juga turun semua," ungkapnya.

Menurut Irjen Agus, kehadiran pimpinan secara langsung mampu mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor tetap menjadi faktor utama keberhasilan. Namun, kata dia, hal itu harus diimbangi dengan tindakan konkret di lapangan.

"Jadi ditunjukkan kalau tahun 2025 sudah bagus, tahun 2026 harus meningkat, tahun 2027 sempurna, kira-kira begitu," tegasnya.


(hri/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |