Aipda Frits Gagas SIGAP, Jemput Bola Rekam Sidik Jari Pelajar di Sitaro

7 hours ago 4

Jakarta -

Aipda Frits Bidara jemput bola untuk melayani perekaman sidik jari masyarakat, khususnya para pelajar, di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro itu menggagas program Sidik Jari Gratis Presisi (SIGAP) Goes To School untuk menjangkau titik-titik sekolah yang sulit mengakses layanan kepolisian secara langsung.

Atas dedikasinya, Aipda Frits diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026. Aipda Frits telah berdinas mengabdikan diri di daerah kepulauan selama 20 tahun. Dia bertugas di Kepulauan Talaud selama 2005-2019 dan melanjutkan pengabdiannya di Kepulauan Sitaro sejak 2020.

Salah satu yang merasakan manfaat dari SIGAP Goes To School ini adalah Ketua OSIS SMAN 1 Siau Barat, Juniver Kalingka. Dia berbicara mengenai jarak antarwilayah di Sitaro yang cukup jauh dan manfaat program tersebut bagi para siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi melalui kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Frits Bidara, sangat menguntungkan bagi kami," kata Juniver saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

Juniver menjelaskan para pelajar biasanya harus datang ke kantor polisi untuk melakukan perekaman sidik jari. Adanya program jemput bola pelayanan sidik jari ini, kata Juniver, memudahkan para siswa sehingga tidak perlu menempuh jarak yang jauh.

"Iya jadi sangat terbantu apa pokoknya dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Frits Bidara," tutur Juniver.

Dihubungi terpisah, Aipda Frits menceritakan awal mula dirinya menggagas program SIGAP Goes To School. Kegiatan yang telah digelar sejak 2024 tersebut dilaksanakan karena database sidik jari di Kepulauan Sitaro masih kurang.

"Jadi kita mengadakan salah satu programnya itu untuk menambah database-nya itu lewat program Sidik Jari Goes To School. Jadi kita ke daerah-daerah terpencil, Bang. Karena banyak daerah-daerah terpencil di daerah kita itu kan daerah kepulauan. Jadi sulit dijangkau. Jadi kita berinisiatif, kami langsung turun ke lokasi sekolah-sekolah, kita menjaring ke sekolah-sekolah untuk pengambilan sidik jari," kata Aipda Frits.

Aipda Frits mengatakan perekaman sidik jari ini mempunyai berbagai macam manfaat bagi para pelajar. Salah satunya digunakan saat para pelajar ingin mendaftar TNI dan Polri selepas lulus SMA.

"Jadi kita mendatangi mereka sehingga dengan program ini mereka juga bisa terbantu," ujar Aipda Frits.

Dia mengatakan perekaman sidik jari juga berguna dalam proses investigasi perkara dan pengusutan pelaku kejahatan. Di samping itu, jika ada penemuan mayat, identifikasi sidik jari juga akan berperan penting.

"Jadi ketika kita memiliki database di dalam sistem kita, kita akan dengan mudah mengungkap," imbuh dia.

Awal Mula Program SIGAP Goes To School

Aipda Frits menceritakan awalnya saat ditugaskan menjadi Kaur Identifikasi, dia berpikir mengenai terobosan program yang akan dilakukan. Dia melihat selama ini masyarakat susah untuk mendapatkan pelayanan sidik jari sebab jarak yang jauh dan antre tunggu yang cukup lama.

"Banyak juga masyarakat mengeluh, 'Pak, bisa nggak kira-kira ada program supaya kita bisa di kecamatan atau di kampung bisa datang?' Bisa datang supaya kami bisa dilayani, tidak mengantre-antre panjang begitu, Pak," kata Aipda Frits menceritakan percakapannya dengan warga.

Atas kondisi tersebut, dia pun mengusulkan program SIGAP Goes To School kepada Kapolres Kepulauan Sitaro. Pimpinannya itu mendukung langkah yang dilakukan Aipda Frits.

"Jadi supaya masyarakat... untuk pentingnya itu karena saya melihat pertama memangkas waktu masyarakat, apalagi anak sekolah," ujar dia.

Selain waktu, kata Frits, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya untuk perjalanan menuju tempat perekaman sidik jari. Dengan adanya program jemput bola itu, masyarakat bisa terlayani maksimal tanpa perlu menghabiskan waktu banyak.

"Jadi kalau kita turun langsung setidaknya kita bisa membantu mereka, baru mereka juga misalnya dalam apa namanya pelayanan kita bisa maksimal," imbuh dia.

Dia mengungkapkan jarak dari sejumlah wilayah menuju Polres biasanya memakan waktu berjam-jam. Bahkan, dari pulau terjauh, warga harus menempuh perjalanan hingga enam jam untuk mengakses layanan di Polres.

Dalam pelaksanaan program SIGAP Goes To School, Aipda Frits biasanya lebih dulu berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah. Komunikasi dilakukan untuk menentukan waktu yang tepat agar kegiatan perekaman sidik jari dapat berjalan lancar.

"Kita koordinasi dengan mereka mengenai waktunya dan kita juga sampaikan visi dan misi kita juga dalam melakukan program ini. Kita sampaikan ke mereka. Jadi, ketika kita mau turun lapangan ke pengambilan sidik jari memang pihak sekolah juga sangat mendukung," kata Frits.

Sejak 2024 lalu, sudah ada tujuh sekolah yang berhasil dijangkau tim Polres Kepulauan Sitaro. Adapun jumlah siswa yang ikut dalam kegiatan itu mencapai 1.200 orang.

"Kalau untuk sekolah udah banyak. Di wilayah kabupaten kita hampir semua sudah terjangkau," kata Aipda Frits.

Dia bersyukur program yang dijalankannya itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Aipda Frits berharap kegiatan SIGAP Goes To School selanjutnya bisa terus menjangkau para pelajar di seluruh titik Kepulauan Sitaro.

"Jadi respons dari masyarakat sangat antusias. Karena apalagi masyarakat yang di daerah-daerah kepulauan terpencil, yang di daerah-daerah terpencil mereka sangat apresiasi untuk program Polri khususnya ini," imbuhnya.

Lihat juga Video: Mahasiswa di Inggris Buat Nanomaterial Baru untuk Deteksi Sidik Jari

(knv/lir)

Loading...

Hoegeng Awards 2026

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |