Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
18 January 2026 16:00
Jakarta, CNBC Indonesia — Ledakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melahirkan semakin banyak miliarder yang berusia muda. Jika dulu Mark Zuckerberg menghebohkan dunia karena menyandang status miliarder pada usia 23 tahun, kini fenomena serupa kian jamak
Laporan terbaru dari firma modal ventura global, Antler, mengungkapkan bahwa rata-rata usia pendiri unicorn AI telah turun drastis. Dari puncaknya di usia 40 tahun pada 2021, angka tersebut merosot menjadi 29 tahun pada 2024.
Data ini didapat setelah Antler menganalisis 1.629 perusahaan unicorn dan 3.512 pendiri di seluruh dunia.
Menariknya, tren ini justru berlawanan dengan industri non-AI. Di sektor lain, usia pendiri justru semakin matang. Pada 2014, rata-rata pendiri unicorn berusia 30 tahun, namun bagi mereka yang mencapai status unicorn antara 2022 hingga 2024, rata-rata usianya naik menjadi 34 tahun.
Geser Pemain Lama: Kasus Meta dan Alexandr Wang
Beberapa nama muda kini menjadi sorotan utama. Salah satunya adalah Alexandr Wang, salah satu pendiri Scale AI (valuasi US$ 29 miliar), yang baru berusia 29 tahun.
Wang baru-baru ini direkrut oleh raksasa teknologi Meta pada bulan Juni lalu dalam kesepakatan senilai US$ 14,3 miliar. Ia didapuk untuk memimpin unit riset AI baru bernama TBD Labs.
Langkah ini diambil setelah tim AI generatif Meta sebelumnya-yang dipimpin oleh "bapak AI" Yann LeCun (65 tahun)-dirombak karena performa model AI Llama4 yang dinilai kurang memuaskan.
Perubahan struktur ini membuat Wang kini menjadi atasan LeCun. Hal ini menyiratkan keinginan CEO Meta, Mark Zuckerberg, untuk membawa pemimpin yang lebih "berani" dan berjiwa wirausaha agar Meta bisa bergerak lebih cepat dalam persaingan AI.
Tak hanya Wang, Mercor, sebuah platform rekrutmen berbasis AI yang baru saja bervaluasi di atas US$ 10 miliar, didirikan oleh Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha.
Ketiganya saat ini baru berusia 22 tahun. Begitu pula dengan AnySphere, platform coding AI bernilai di atas US$ 1 miliar, yang juga dipimpin oleh anak-anak muda berusia 20-an.
Foto: Billionaire termuda di dunia, Alexandr Wang. (Twitter/alexandr_wang)
Pengalaman Korporat Kini 'Nomor Dua'
Fridtjof Berge, salah satu pendiri Antler, menjelaskan kepada CNBC Make It bahwa kualitas utama yang dicari dari seorang pendiri kini telah bergeser.
Kuncinya adalah kemampuan untuk "move fast and break things" (bergerak cepat dan berani mendobrak), serta terus melakukan iterasi dan perbaikan.
"Mungkin sekarang jauh lebih penting untuk bereksperimen, sementara hal-hal lain seperti pengalaman lama di industri atau memahami 'buku panduan' tradisional tentang cara membesarkan perusahaan, menjadi kurang relevan saat ini," ujar Berge.
Berge menambahkan bahwa pengalaman korporat yang terlalu lama justru bisa menjadi bumerang.
"Anda mungkin tidak berpikir dengan blank-slate state (pikiran yang segar dan tanpa beban masa lalu)," jelasnya. "Untuk bisa fasih secara teknis dengan teknologi terbaru yang sedang berkembang, terkadang membantu jika Anda masih muda, karena itulah yang baru saja Anda pelajari dalam pelatihan Anda."
Mencetak Unicorn dalam Waktu Singkat
Kecepatan adalah kunci di era AI. Laporan Antler menemukan bahwa startup AI melakukan skala bisnis (scaling) dua tahun lebih cepat dibandingkan industri lain, mencapai status unicorn rata-rata hanya dalam waktu 4,7 tahun.
Contoh startup AI yang melakukan scaling dengan sangat cepat di tahun 2025 antara lain Mistral, Lovable, dan Suno AI.
Senada dengan Antler, firma Modal Ventura Leonis juga merilis laporan Leonis AI 100 pada bulan November, yang menemukan bahwa median usia pendiri startup AI adalah 29 tahun.
Mayoritas pendiri berada di usia pertengahan hingga akhir 20-an, dan sering kali datang langsung dari dunia akademis atau laboratorium riset, bukan dari jenjang karier korporat.
Meski demikian, Berge memberikan catatan penting. Walaupun anak muda usia 20-an memiliki energi untuk bergerak cepat di awal, kepemimpinan bisa saja berganti seiring matangnya perusahaan.
"Bukan hal baru bahwa pendiri muda memulai perusahaan, tetapi itu tidak menjamin bahwa mereka yang menciptakan unicorn saat ini akan tetap menjadi orang yang memimpin perusahaan tersebut dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan," pungkasnya.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)


















































