AHY Ajak Otorita Pantura Bicara, Bahas Tanggul Raksasa-Ancaman Bencana

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kawasan pantai utara Jawa (Pantura) mulai mengkhawatirkan setelah banjir melanda utara Jakarta pada 12 Januari dan 18 Januari 2026 serta Pekalongan, Jawa Tengah pada 18 Januari lalu.

Hal ini membuat pemerintah mulai menindaklanjuti dan mulai menyusun upaya mitigasi mengantisipasi ancaman serius bencana yang bakal timbul di pesisir utara Jawa.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan telah menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Kepala Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf di kantor Kementerian Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada Rabu (21/1/2026) kemarin.

AHY mengatakan mitigasi bencana harus segera dilaksanakan mengingat ada ancaman serius terkait adanya kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah di Pantura Jawa.

"Ancaman serius mengintai pesisir pantai utara Jawa dari Banten hingga Jawa Timur, di mana kita menghadapi tantangan ganda yakni kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah," kata AHY dalam unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Kamis (22/1/2026).

AHY melanjutkan, dengan adanya ancaman tersebut, pihaknya mendorong agar pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) harus segera dilaksanakan. Mekanisme perancangannya pun memakai kombinasi.

"Kami merancang strategi kombinasi infrastruktur tanggul yaitu pembangunan tanggul pantai dan tanggul laut untuk proteksi menyeluruh, terutama di Teluk Jakarta sepanjang 46 km," lanjut AHY.

Tak hanya membangun tanggul laut, pihaknya juga akan menanam hutan bakau atau mangrove sebagai penguatan di pesisir utara Jawa.

"Kami juga akan menyiapkan solusi alami dengan penguatan melalui penanaman mangrove sebagai 'break water' alami," jelasnya.

Tak hanya di Teluk Jakarta, proteksi berupa tanggul laut maupun mangrove juga akan dibangun di Kendal, Semarang, dan Demak, mengingat ketiga daerah di Jawa Tengah tersebut juga sering mengalami banjir.

"Prioritas yang tidak kalah penting adalah kawasan Kendal, Semarang, dan Demak. Satu paket di Jawa Tengah ini juga sering mengalami banjir. Oleh karena itu, nanti secara paralel akan kita bangun bersama-sama," ujar AHY.

AHY menegaskan perencanaan proyek tanggul laut raksasa Pantura Jawa harus memiliki perencanaan yang sangat matang, sehingga nantinya pembangunan ini dapat memberikan manfaat bukan hanya satu atau dua tahun mendatang, tetapi dalam jangka panjang.

"Ini adalah pekerjaan infrastruktur raksasa dengan waktu jangka panjang, mulai dari 5 hingga 20 tahun ke depan. Perencanaannya harus matang, teknologinya harus tepat, dan pembiayaannya melibatkan skema APBN, APBD, KPBU, serta investasi. Kita tidak sedang membangun untuk setahun dua tahun, tapi untuk menyelamatkan generasi masa depan," tutupnya.

Sebelumnya, banjir melanda daerah Pantura Jawa di awal 2026. Adapun daerah yang dilanda banjir yakni utara Jakarta pada 12 Januari dan 18 Januari 2026, Kendal pada 16 Januari 2026, dan Pekalongan pada 18 Januari 2026.

Bahkan, banjir tersebut sempat membuat perjalanan kereta api pun terdampak. Sementara di Jakarta, banjir yang melanda kawasan utara Jakarta membuat lalu lintas dan kegiatan masyarakat sempat lumpuh.

(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |