Jakarta -
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas saat gelaran Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung pada malam ini di Bundaran HI. Pengalihan arus dilakukan secara situasional di sejumlah ruas jalan Thamrin-Sudirman.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub DKI Jakarta Ujang Harmawan mengatakan kegiatan ini merupakan agenda budaya dan keagamaan untuk menyambut malam Idul Fitri. Acara akan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.
"Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 H merupakan event budaya dan keagamaan dalam rangka menyambut malam Idul Fitri," kata Ujang dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rangkaian kegiatan akan diisi dengan pawai obor malam takbiran yang mengambil rute dari Pintu Barat Daya Silang Monas menuju Bundaran Bank Indonesia, melintasi Jalan MH Thamrin, dan berakhir di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Untuk mendukung kelancaran acara, Dishub akan melakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman (dari simpang Karet hingga Bundaran HI), Jalan MH Thamrin (dari Bundaran HI hingga Patung Kuda), Jalan Kebon Sirih, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Sunda, hingga Jalan Imam Bonjol.
Pengendara dari arah Harmoni menuju Semanggi akan dialihkan melalui sejumlah ruas alternatif seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir H Juanda, Jalan Suryopranoto, hingga Jalan KH Mas Mansyur dan Jalan Prof DR Satrio. Sementara arus dari Semanggi ke Harmoni juga akan dialihkan melalui Jalan Karet, Jalan KH Mas Mansyur, hingga Jalan Gajah Mada.
Selain itu, pengendara dari arah Gondangdia menuju Tanah Abang maupun sebaliknya, serta dari kawasan Tugu Tani, Imam Bonjol, hingga Tanah Abang juga disiapkan rute alternatif untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi acara.
Dishub juga menyebut operasional layanan TransJakarta akan mengalami penyesuaian rute dan pola operasi selama kegiatan berlangsung. Di sisi lain, sebanyak 21 titik parkir telah disiapkan di sekitar lokasi acara dengan total kapasitas mencapai 8.186 ruang parkir sepeda motor, 12.295 mobil, dan 98 bus.
Ujang mengimbau masyarakat yang ingin menghadiri acara agar menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta, MRT, LRT, dan Commuter Line guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
"Pengguna jalan diharapkan menghindari ruas-ruas jalan tersebut dan menyesuaikan dengan pengaturan lalu lintas yang berlaku serta mengikuti arahan petugas di lapangan," ujarnya.
Lihat juga Video 'Tambah Tahu: Kenapa Ada Tradisi Salam Tempel Saat Lebaran?':
(rdp/rdp)


















































