Jakarta -
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut masih ada 40.166 peserta didik yang tercatat berhak menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), tetapi belum mengurus bantuan tersebut. Pramono meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan jemput bola.
"Di samping itu, terdapat ada kurang lebih dari data BPS dan juga dari data yang kami miliki, ada kurang lebih 40.166 anak yang berhak menerima, tapi tidak mau mengurus untuk menerima," kata Pramono di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Pramono mengatakan langkah tersebut dilakukan agar anak yang memenuhi kriteria penerima tidak kehilangan hak mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemprov DKI Jakarta. Pramono memastikan peserta didik tersebut nantinya dapat dimasukkan ke KJP tahap 2 gelombang kedua apabila memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kemudian yang bersangkutan mau dan kemudian memenuhi syarat dan menyampaikan semua persyaratan, maka yang bersangkutan akan diumumkan dalam tahap dua gelombang dua," jelasnya.
"Sehingga kami, saya memerintahkan kepada Dinas Pendidikan, ada Bu Kadis, untuk yang seperti ini disisir, disampaikan kepada yang bersangkutan bahwa Pemerintah DKI Jakarta menyediakan KJP untuk mereka," imbuhnya.
Dia menegaskan kebijakan dua gelombang ini dibuat untuk mencegah peserta didik yang sebenarnya berhak mendapatkan KJP justru kehilangan bantuan akibat perubahan data, termasuk perubahan desil.
"Jangan sampai ada yang berhak untuk menerima, tetapi karena adanya perubahan desil dan sebagainya sehingga tidak menerima," ujarnya.
Pramono juga mengimbau warga yang merasa memenuhi kriteria penerima KJP untuk menghubungi call center Pemprov DKI Jakarta atau berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
"Yang berhak mendapatkan akan kehilangan haknya untuk menerima KJP dari Pemerintah DKI Jakarta," imbuhnya.
Pemprov DKI Jakarta sendiri telah menetapkan 661.209 peserta didik sebagai penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap 2 tahun 2026. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.
Tonton juga video "DKI Jakarta Siapkan 29 Tangki Air untuk Hadapi Musim Kemarau"
(bel/wnv)


















































