7 Tempat Paling Bersalju di Bumi, Hujan Es Capai Puluhan Meter

3 hours ago 13

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

09 February 2026 18:55

Jakarta, CNBC Indonesia- Salju ekstrem di Bumi terkonsentrasi pada wilayah tertentu. Jika melihat curah salju secara tahunan Jepang dan Amerika Serikat mendominasi daftar lokasi dengan akumulasi tertinggi.

Biasanya wilayah dekat laut hangat, jalur badai aktif, dan pegunungan curam menciptakan penumpukan salju dalam jumlah besar setiap tahun.

Melansir dari Jagran Josh Sukayu Onsen di Prefektur Aomori tercatat sebagai lokasi berpenghuni dengan curah salju tertinggi di dunia.

Rata-rata akumulasi tahunan mencapai sekitar 17,6 meter atau 58 kaki. Angin musim dingin dari Siberia melintasi Laut Jepang, menyerap uap air, lalu melepasnya saat bertabrakan dengan Pegunungan Hakkoda.

Dampaknya terlihat jelas di lapangan: dinding salju musiman bisa melampaui sepuluh meter dan wilayah ini menjadi titik observasi penting bagi peneliti iklim.

Aomori JepangFoto: Pexels
Aomori Jepang

Di Amerika Serikat, rekor historis dicatat di Paradise Ranger Station, Mount Rainier. Pada musim dingin 1971-1972, total salju mencapai 93,5 kaki. Berasal dari udara lembap Samudra Pasifik yang terdorong naik secara cepat oleh puncak vulkanik Cascade Range. Mount Rainier menjadi standar pembanding ekstrem curah salju di Amerika Utara, dengan pencatatan rutin oleh otoritas taman nasional.

Alyeska Resort di Alaska berada di jalur badai aktif Teluk Alaska. Lokasi ini menerima rata-rata sekitar 55 kaki salju per tahun. Sistem tekanan rendah yang berulang membawa hujan dan salju dalam intensitas tinggi ke Pegunungan Chugach. Bagi wilayah sub-arktik, Alyeska berfungsi sebagai barometer penting dinamika cuaca musim dingin.

Niseko di Pulau Hokkaido mencatat sekitar 15 meter salju setiap tahun. Salju di wilayah ini dikenal kering karena suhu udara rendah saat presipitasi terjadi. Arus udara dingin yang bergerak dari daratan Asia ke Laut Jepang menciptakan hujan salju berulang. Akumulasinya berdampak langsung pada aktivitas ekonomi musim dingin dan menjadikan Niseko referensi utama presipitasi salju di Asia Timur.

Shirakawa-go di Prefektur Gifu menerima lebih dari 10 meter salju per tahun. Tekanan salju memengaruhi pola permukiman. Rumah-rumah gassho-zukuri dibangun dengan atap curam untuk mengurangi beban struktural.

Adaptasi arsitektur ini muncul sebagai respons langsung terhadap kondisi iklim yang konsisten dari tahun ke tahun.

AlaskaFoto: Pixabay
Alaska

Valdez di Alaska tercatat sebagai kota pesisir paling bersalju di Amerika Serikat, dengan rata-rata hampir 27 kaki per tahun. Letaknya di permukaan laut tidak mengurangi intensitas presipitasi karena massa udara lembap terperangkap di Pegunungan Chugach. Akibatnya, kota menghadapi tantangan logistik dan transportasi yang berbeda dibandingkan wilayah bersalju di dataran tinggi.

Aomori City melengkapi daftar sebagai kota bersalju dengan populasi besar.

Lebih dari 100 ribu penduduk hidup dengan rata-rata akumulasi sekitar 26 kaki per tahun. Posisi geografis antara Pegunungan Hakkoda dan Teluk Mutsu memperkuat efek salju laut. Pemerintah kota mengandalkan sistem pelelehan salju di jalan utama agar aktivitas ekonomi tetap berjalan selama musim dingin.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |