5 Jenis Sarang Burung Walet dan Perbedaannya

2 hours ago 1

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

20 January 2026 13:34

Jakarta, CNBC Indonesia - Sarang burung walet bukan sekadar komoditas kuliner biasa. Produk ini sudah lama menjadi barang bernilai tinggi di pasar Asia, terutama karena permintaan yang kuat dari industri makanan dan kesehatan tradisional Tiongkok. Nilai jual sarang walet dipengaruhi oleh kualitas, bentuk, serta kelangkaan jenisnya. Berikut ini adalah lima klasifikasi sarang walet yang umum ditemui di pasaran Indonesia:

Sarang Walet Putih Original (Mangkok)

Jenis ini merupakan salah satu sarang walet yang kualitas tertinggi. Sarang berbentuk mangkok dengan tekstur utuh cenderung memiliki harga premium karena minimnya kontak dengan alat saat panen dan sedikitnya proses pembersihan.

Nilai grade tertinggi sarang walet umumnya ditentukan oleh ukurannya, terutama yang berbentuk mangkok dengan diameter sekitar dua hingga tiga jari. Jika ukurannya melebihi tiga jari, nilai jualnya akan semakin tinggi.

Sarang Walet Segitiga atau Sudut

Berbeda dari tipe mangkok, sarang ini terbentuk secara alami di sudut bangunan rumah walet dengan bentuk yang runcing seperti segitiga.

Sarang Walet Patahan

Seperti namanya, ini adalah fragmen sarang yang patah. Patahan ini bisa disebabkan oleh alat panen, proses transformasi, atau jatuh dari dinding sarang. Meski nutrisi dasarnya tetap ada, bentuknya yang tidak sempurna membuat jenis ini lebih ekonomis di antara jenis yang lainnya.

Sarang Walet Strip

Bentuk sarang strip mirip mangkok, tetapi bentuknya tidak serapi tipe original. Biasanya sarang ini tidak dicetak setelah dibersihkan dan sering digunakan sebagai bahan campuran untuk sup atau ekstrak sarang. Dari sisi harga, strip sebanding dengan sarang patahan.

Sarang Walet Merah

Jenis ini dikenal sebagai salah satu sarang walet yang paling langka dan bernilai tinggi di pasaran. Namun, tidak seperti anggapan populer, warna merahnya bukan berasal dari darah burung.

Penelitian menunjukkan bahwa pewarnaan terjadi akibat reaksi kimia antara komponen air liur walet (terutama asam amino seperti tirosin) dengan senyawa nitrit atau nitrogen reaktif yang berasal dari lingkungan sarang, misalnya dari uap kotoran burung. Reaksi ini menghasilkan pigmen berwarna merah hingga kecokelatan yang disebut 3-nitrotyrosine.

Karena proses ini tidak terjadi di semua lokasi budidaya, sarang merah menjadi relatif langka dan harganya lebih mahal.

Di sisi lain, tingginya nilai jual juga memicu praktik pemalsuan melalui pewarnaan buatan, sehingga kredibilitas pemasok perlu diperhatikan dan beberapa negara mensyaratkan uji laboratorium untuk memastikan keamanan produk.

Kenapa Harga dan Kualitas Sarang Burung Walet Bisa Beragam?

Sarang walet adalah struktur yang dibentuk sepenuhnya dari air liur burung swiftlet, tanpa material lain seperti rerumputan atau ranting. Karena itu, kebersihan, bentuk, dan kelangkaan proses pembentukan menjadi parameter utama dalam penentuan harga.

Selain bentuk fisik, ada juga klasifikasi yang didasarkan pada warna dan asal sarang (misalnya cave nest versus house nest), yang juga mempengaruhi nilai jual di pasar global.

(dag/dag)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |