Presiden Prabowo Subianto menekankan penghematan BBM di tengah konflik Timur Tengah. Menindaklanjuti arahan tersebut, pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan.
Arahan Prabowo itu sebelumnya disampaikan dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo memastikan pasokan energi Indonesia kini masih terbilang aman, namun tetap perlu langkah-langkah proaktif.
"Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita. Banyak negara-negara sudah melakukan langkah-langkah. Banyak negara sudah melakukan langkah-langkah, kata Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo lantas membeberkan cara langkah yang diambil Pakistan yang memotong hari kerja menjadi 4 hari. Kemudian memotong gaji menteri demi efisiensi.
"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures. Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50% bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," bebernya.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau lemah," lanjutnya.
Atas dasar hal itu, pemerintah berencana menerapkan WFH. Kebijakan WFH itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026). Berikut hal-hal terkait rencana WFH tersebut.
1. Satu Hari dalam Sepekan
Airlangga mengungkap WFH dilakukan untuk menekan penggunaan BBM. Oleh karena itu, pemerintah membuka fleksibilitas waktu kerja dengan menerapkan WFH sehari dalam sepekan.
"Kemudian yang terakhir terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home. Dalam satu hari dalam 5 hari kerja," kata Airlangga.
2. Berlaku Usai Lebaran
Kebijakan WFH tersebut akan diberlakukan pasca Lebaran. Namun, Airlangga belum menyebut rinci kapan waktu pelaksanaannya.
"Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya," ujar Airlangga.
Pihaknya kini tengah menyusun teknis pelaksanaannya. Pemerintah akan menginformasikan lebih lanjut nantinya.
"Nah ini semuanya kita sedang siapkan lagi, nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail," lanjutnya.
3. Berlaku untuk ASN hingga Swasta
Airlangga menekankan teknis rencana WFH sedang dalam penyusunan. Tidak hanya ASN, ia berharap WFH juga diterapkan bagi pekerja swasta.
"Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga Pemda-Pemda," ujarnya.
4. WFH 1 Hari Sepekan Hemat 1/5 Penggunaan BBM Sehari-hari
Dengan kebijakan ini, Airlangga mengungkap penghematan penggunaan BBM yang signifikan. Ia menyebut pemerintah akan hemat 1/5 dari penggunaan BBM yang dikeluarkan setiap harinya.
"Karena itu ada penghematan dari segi apa, penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan seperlima, seperlima dari apa yang biasa kita keluarkan," ujarnya.
Terkait rentan waktu kebijakan tersebut, Airlangga juga belum merinci. Menurutnya, kebijakan WFH akan menyesuaikan situasi yang berkembang di Timur Tengah.
"Nanti kita lihat situasinya. Situasi harga minyak, situasi perang. Jadi kita ikuti situasi yang berkembang," ujarnya.
Saksikan Live DetikPagi:
(eva/ygs)

















































