115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

3 days ago 2

Jakarta -

Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), kedatangan 115 warga binaan atau narapidana (napi). Ratusan napi ini berstatus risiko tinggi atau high risk berdasarkan hasil asesmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenpas Kemenimipas) jajaran Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Jawa Timur (Jatim).

Berdasarkan keterangan Ditjenpas Kemenimipas, Senin (20/7/2026), 79 napi asal Sulsel dan 36 napi asal Jatim dipindahkan untuk menjaga stabilitas keamanan di lapas asal. Ditjenpas mengambil Langkah ini sebagai strategi strategi penguatan sistem pengamanan dan pembinaan napi high risk.

"Pemindahan warga binaan kategori high risk merupakan operasi pengamanan yang membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi yang kuat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Pengamanan dan Intelijen memimpin pelaksanaan kegiatan ini dengan dukungan penuh dari Kepolisian serta jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan terkait," ujar juru bicara Ditjenpas Kemenimipas, Rika Aprianti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratusan napi tersebut dikirim ke Nusakambangan dengan pengawalan Direktorat Pengamanan dan Intelijen (Ditpamintel), sebagai penanggung jawab operasi. Ditpamintel menggandeng Brimob Polri, Korlantas Polri untuk melancarkan proses pemindahan mulai dari persiapan, pengawalan, transit, hingga penempatan di Nusakambangan. Total ada 77 petugas pengamanan gabungan.

"Kolaborasi ini menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian pemindahan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan terkendali," sambung Rika.

Pemindahan 115 napi high risk dari Sulsel dan Jatim ke Pulau Nusakambangan, Senin (20/7/2026). Sebanyak 115 napi high risk dari Sulsel dan Jatim menyeberang dari Dermaga Wijayapura Cilacap menuju Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, Senin (20/7/2026) dini hari. (Dok. Istimewa)

Sebanyak 79 napi asal Sulsel berangkat dari Lapas Kelas IIB Maros menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat (17/7). Mereka menumpang KM DLU menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan transit sementara di Lapas Kelas I Surabaya.

Kemudian Minggu (19/7), 36 napi high risk asal Jatim bergabung dengan rombongan tersebut. Mereka lalu menuju Nusakambangan melalui jalur darat.

"Nusakambangan memiliki fungsi strategis sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Penempatan warga binaan high risk di Nusakambangan merupakan langkah untuk mengoptimalkan pengamanan sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih efektif sesuai dengan tingkat risiko masing-masing warga binaan," terang Rika.

Sebanyak 115 napi akhirnya tiba di Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, dini hari tadi, tepatnya pukul 01.20 WIB. Mereka melanjutkan penyeberangan ke Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, dan tiba pukul 01.40 WIB di tujuan.

"Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh lapas dan rutan di Indonesia," tutur Rika.

Rika menegaskan pihaknya melakukan pemindahan secara terukur, dan berlanjut. Rika menyampaikan langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen pihaknya dalam membenahi sistem pemasyarakatan agar lebih baik dan berorientasi pada keamanan, pembinaan, serta perlindungan masyarakat.

Lihat juga Video: Rezeki dari Balik Jeruji: Kisah Baru Nusakambangan

(aud/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |