10 Provinsi Penghasil Jagung Terbesar di RI, Tersebar di Jawa-Sulawesi

2 hours ago 1

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

06 April 2026 19:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi jagung pipilan kering nasional pada awal 2026 masih menunjukkan konsentrasi di Pulau Jawa. Data BPS periode Januari hingga Mei 2026 memperlihatkan bahwa provinsi-provinsi di Jawa mendominasi daftar penghasil jagung terbesar di Indonesia.

Berdasarkan akumulasi produksi selama lima bulan pertama 2026, Jawa Timur tercatat sebagai produsen terbesar, dan diikuti oleh Jawa Tengah. Dominasi ini menegaskan peran kawasan Jawa sebagai tulang punggung produksi jagung nasional, meskipun kontribusi dari wilayah luar Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

Produksi Jagung Terbesar

Produksi jagung terbesar selama Januari-Mei 2026 tercatat di Jawa Timur dengan total mencapai sekitar 1,56 juta ton, unggul jauh dibandingkan provinsi lainnya. Di posisi berikutnya, Jawa Tengah membukukan produksi sekitar 922 ribu ton.

Lampung di posisi ketiga dengan produksi sekitar 700 ribu ton. Jarak produksi yang cukup lebar antara peringkat pertama dan provinsi lainnya menunjukkan kuatnya dominasi Jawa Timur sebagai pusat utama produksi jagung nasional.

Perbandingan Produksi Jagung

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi jagung di sejumlah provinsi utama justru menunjukkan dinamika yang beragam.

Jawa Timur, misalnya, mengalami penurunan dari sekitar 1,82 juta ton pada Januari-Mei 2025 menjadi 1,56 juta ton pada 2026, meskipun tetap mempertahankan posisinya sebagai produsen terbesar nasional. Tren serupa juga terlihat di Jawa Tengah yang turun dari 1,02 juta ton menjadi sekitar 922 ribu ton.

Di sisi lain, beberapa daerah justru mencatat pergeseran peran. Lampung mengalami peningkatan signifikan dari sekitar 512 ribu ton pada 2025 menjadi 700 ribu ton pada 2026, sehingga naik ke posisi tiga besar.

Sementara itu, Nusa Tenggara Barat yang pada 2025 mencatat produksi tinggi sekitar 756 ribu ton, pada 2026 justru turun menjadi sekitar 649 ribu ton. Perubahan ini mengindikasikan adanya redistribusi sentra produksi jagung nasional, di tengah fluktuasi musiman dan faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |