Warga RI Sudah Kecanduan Parah, Berani Langgar Aturan Pemerintah

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah anak-anak ketahuan memalsukan usianya agar bisa tetap main media sosial. Ini jadi tantangan untuk mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Anak-anak itu memalsukan usia untuk membuat akun agar bisa menghindari pembatasan yang diatur dalam PP Tunas yakni di bawah 16 tahun.

"Ada satu survei yang menunjukkan kalau ada lima anak, tiga anak dipastikan memalsukan usianya untuk bisa masuk ke media sosial. Ini sudah umum terjadi," kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan resminya, dikutip Senin (6/7/2026).

Dia menambahkan praktik tersebut jadi tantangan penerapan PP Tunas karena proses verifikasi usia berada pada sistem masing-masing platform digital.

Pihak pemerintah juga telah meminta seluruh platform melakukan perkuatan teknologi identifikasi usia. Ini dilakukan tanpa mengabaikan ketentuan dalam pelindungan data pribadi.

"Kita sudah sampaikan kepada platform karena yang bisa meregulasi ini adalah platform dengan solusi teknologi yang mereka miliki. Namun identifikasi usia juga harus tetap mematuhi prinsip pelindungan data pribadi," jelasnya.

Sejumlah platform, dia menjelaskan telah melakukan penerapan sistem yang lebih ketat. Misalnya pemanfaatan algoritma untuk mengenali pola penggunaan akun yang diduga milik anak di bawah umur, termasuk saat mengakses konten yang tidak sesuai usia.

Nezar menjelaskan sejumlah platform telah melakukan pembatasan, beberapa pengguna anak disebut tidak bisa mengaksesnya lagi karena di bawah usia yang diperbolehkan.

Selain itu, Nezar menekankan keterlibatan orang tua jadi faktor utama untuk melindungi anak di internet. Pemerintah juga mendorong adanya mekanisme akun pendaming atau parental guidance agar aktivitas digital anak diawasi secara efektif.

"Sebagai orang tua kita memang harus lebih intens mendampingi anak. Pendekatan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam pelindungan anak di ruang digital," ujarnya.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |