Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
27 April 2026 19:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah tidak hanya tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), tetapi juga keok cukup dalam di hadapan mata uang Kuwait, yakni dinar Kuwait (KWD).
Melansir data Refinitiv, pada perdagangan intraday Senin (27/4/2026) pukul 11.50 WIB, rupiah melemah 0,21% terhadap dinar Kuwait ke level Rp56.173/KWD.
Tekanan ini terjadi setelah rupiah sempat menyentuh level terlemah sepanjang masa terhadap dinar Kuwait. Pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026), rupiah berada di level Rp56.350/KWD.
Secara tahun berjalan atau year to date, rupiah juga sudah melemah 3,81% terhadap dinar Kuwait.
Kondisi ini menunjukkan betapa mahalnya dinar Kuwait jika dikonversi ke rupiah. Dengan kurs saat ini, masyarakat Indonesia yang menukarkan Rp100.000 hanya akan mendapatkan sekitar 1,78 dinar Kuwait yang bahkan belum cukup untuk mendapatkan 2 lembar pecahan 1 KWD.
Beban tersebut akan lebih terasa bagi masyarakat Indonesia yang ingin bepergian ke Kuwait. Jika seseorang membawa uang Rp10 juta, maka ketika ditukar ke dinar Kuwait nilainya hanya menjadi sekitar 178 KWD.
Artinya, nominal rupiah yang terlihat besar di dalam negeri bisa langsung terasa kecil ketika berhadapan dengan dinar Kuwait.
Pelemahan rupiah terhadap dinar Kuwait bukan tanpa sebab. Dari sisi eksternal, tekanan terhadap mata uang negara berkembang masih cukup besar karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi tersebut membuat investor global cenderung keluar dari aset berisiko dan mata uang negara berkembang. Dana kemudian lebih banyak mengalir ke aset aman, terutama dolar AS. Akibatnya, rupiah ikut tertekan.
Namun, khusus terhadap dinar Kuwait, persoalannya bukan hanya karena rupiah sedang lemah. Dinar Kuwait memang dikenal sebagai salah satu mata uang paling kuat di dunia.
Kuwait merupakan negara kecil yang kaya minyak di Timur Tengah, tepatnya di bagian timur laut Semenanjung Arab. Kekuatan ekonomi berbasis minyak inilah yang menjadi salah satu penopang utama nilai mata uangnya.
Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), dinar Kuwait berada di level sekitar US$3,26/KWD. Artinya, 1 dinar Kuwait bernilai lebih dari 3 dolar AS.
Dengan kata lain, dinar Kuwait bukan hanya mahal terhadap rupiah, tetapi juga jauh lebih kuat dibandingkan dolar AS.
Alasan Mengapa Dinar Kuwait Bisa Sangat Kuat
Kuwait selama ini dikenal sebagai salah satu negara kaya minyak di Timur Tengah. Pendapatan dari ekspor minyak menjadi sumber utama pemasukan negara dan memberi ruang besar bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonominya. Ketika ekonomi sebuah negara ditopang oleh sumber pendapatan yang kuat dan relatif stabil, kepercayaan terhadap mata uangnya juga ikut terjaga.
Selain itu, dinar Kuwait juga didukung oleh sistem nilai tukar yang stabil. Mata uang ini tidak dibiarkan bergerak terlalu liar di pasar, melainkan dikaitkan dengan sekeranjang mata uang utama dunia, termasuk dolar AS sebagai salah satu acuannya.
Sistem seperti ini membuat pergerakan dinar cenderung lebih terkendali.
Faktor lain yang ikut memperkuat posisi dinar adalah pengelolaan fiskal Kuwait yang relatif hati-hati.
Negara ini juga memiliki dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund yang sangat besar. Cadangan dana tersebut menjadi semacam bantalan ketika ekonomi tengah menghadapi tekanan.
Kekuatan dinar juga tidak lepas dari ukuran ekonomi Kuwait yang cukup unik. Negara ini memiliki kekayaan minyak yang besar, tetapi jumlah penduduknya relatif kecil. Alhasil, pendapatan per kapita Kuwait tergolong tinggi.
Meski minyak masih menjadi tulang punggung utama, Kuwait juga terus berupaya memperluas sumber pertumbuhan ekonominya. Negara ini mulai mendorong sektor lain seperti keuangan, infrastruktur, dan pariwisata agar tidak terlalu bergantung pada minyak dalam jangka panjang.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google

















































