Wali Kota Jambi Temui Pramono, Ingin Belajar soal JAKI hingga Pengelolaan BUMD

23 hours ago 1

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Kerja sama tersebut mencakup bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) hingga pengembangan kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI membuka peluang bagi Pemkot Jambi untuk mempelajari berbagai program dan pengelolaan yang telah diterapkan di Jakarta. Salah satunya terkait aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

"Pada hari ini, Pemerintah DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi. Kerja sama ini berkaitan dengan Information Communication Technology dan juga mengenai beberapa hal termasuk bagaimana mengembangkan kotanya masing-masing," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengatakan pihaknya juga menawarkan kerja sama antarbadan usaha milik daerah (BUMD). Menurutnya, BUMD di Jambi dapat belajar dari BUMD milik Pemprov DKI.

"Kami juga menyampaikan selain itu berkaitan dengan BUMD lainnya, apakah dengan Cipinang Food Station, dengan Sarana Jaya, dengan Dharma Jaya dan sebagainya. Kami membuka diri untuk itu karena kami tahu bahwa Jambi yang sekarang ini sedang berkembang," ujarnya.

Selain itu, Pramono mempersilakan Pemkot Jambi untuk mempelajari penerapan JAKI. Dia berharap kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam berbagai bidang.

"Saya tadi pada saat bilateral menyampaikan kepada Bapak Wali Kota untuk dipersilakan kalau Kota Jambi ingin belajar tentang JAKI," tuturnya.

Di sisi lain, ia juga menyinggung konsep pembiayaan kreatif atau creative financing. Dia menilai skema tersebut dapat menjadi alternatif bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.

"Kami juga berdiskusi tentang creative financing. Saya yakin ini menjadi cara baru untuk pemerintah daerah mempunyai ruang untuk membangun daerahnya masing-masing. Dan kalau creative financing di Jakarta bisa, mudah-mudahan ini juga menjadi role model bagi daerah lain," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi Maulana menyambut baik kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Dia mengatakan Jambi ingin banyak belajar dari Jakarta, khususnya dalam pengelolaan BUMD.

"Kami Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi ingin banyak belajar. Yang pertama bagaimana BUMD di DKI Jakarta begitu maju sehingga memberikan dukungan PAD dan terus membantu bersama dengan Pemerintah DKI Jakarta," kata Maulana.

Menurut Maulana, Jambi saat ini memiliki BUMD yang masih relatif baru. Karena itu, dia ingin BUMD Jambi belajar dan berkolaborasi dengan BUMD milik DKI.

"Kami punya BUMD yang baru, mumpung baru mereka harus belajar dan alhamdulillah Pak Gubernur memberikan ruang yang seluas-luasnya. Semua BUMD kami akan coba belajar bersama dengan BUMD yang ada di DKI," ujarnya.

Maulana juga menyoroti pengelolaan perusahaan air minum milik DKI. Dia menyebut pendapatan perusahaan air minum di Jambi saat ini sekitar Rp 7 miliar per tahun, sementara yang ada di Jakarta disebut telah mencapai triliunan rupiah.

"Termasuk tadi yang istimewa Pak Gubernur juga menyampaikan kemajuan PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum, yang kami juga nanti insyaallah setelah ini akan kami pelajari juga karena begitu tinggi pendapatannya, memberikan kontribusi terhadap PAD. Kami baru Rp 7 miliar satu tahun, di sini sudah naik sudah triliunan. Luar biasa," ucapnya.

Tak hanya soal BUMD, Pemkot Jambi juga ingin memperkuat kerja sama di bidang penanggulangan kebakaran. Maulana mengatakan tim pemadam kebakaran Jambi selama ini telah mengirim personel untuk berlatih bersama tim Damkar DKI Jakarta.

"Banyak sekali manfaat yang luar biasa. Kami mohon dukungan dan bimbingannya Pak. Kami akan terus ber-PKS dengan bidang-bidang lain yang disarankan Pak Gubernur tadi karena memang kami sangat membutuhkan itu," pungkasnya.

Lihat juga Video Re-Launching JAKI, Jakarta Kini Lebih Dekat

(bel/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |