Presiden Prabowo Subianto mengungkap kemungkinan penerapan kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah demi menghemat konsumsi BBM mengantisipasi krisis akibat ketegangan Timur Tengah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan siap mengikuti apabila adanya arahan tersebut.
Awalnya, Pramono menyampaikan semua kebutuhan menyambut Idul Fitri, termasuk LPG, terpenuhi di Jakarta. Bahkan cadangannya masih cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama, saya ingin menyampaikan bahwa Jakarta di dalam menyambut Idul Fitri ini semua kebutuhan, termasuk energi, LPG dan sebagainya, terpenuhi dengan baik. Bahkan cadangannya masih cukup dan ada kenaikan sedikit sekali," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Dia mengatakan kenaikan harga bahan pokok meliputi cabai keriting hingga daging masih terjadi. Namun, secara menyeluruh, stok di Jakarta aman.
"Jakarta sama sekali dalam hal persoalan harga ini termonitor dengan baik dan kami akan memonitor sampai dengan sesudah Lebaran," jelasnya.
Ketika ditanya soal arahan Prabowo terkait WFH, Pramono menegaskan apa yang menjadi arahan pemerintah pusat akan dijalankan. Dia menyebut perang di Iran akan memberi tekanan penyediaan energi, terutama gas juga BBM.
"Sedangkan untuk work from home, maka apa yang menjadi arahan dari pemerintah pusat akan dijalankan di DKI Jakarta juga. Karena bagaimanapun perang dunia yang terlalu lama ini, perang, apa, di Iran yang lama ini, mohon maaf bukan dunia, perang di Iran yang terlalu lama," jelasnya.
"Ini pasti akan memberikan tekanan penyediaan energi terutama untuk gas dan juga untuk BBM. Dan harganya memang sekarang ini mengalami kenaikan yang signifikan," tambahnya.
Pramono menegaskan bakal memberlakukan kebijakan WFH bila sudah menjadi arahan pusat. "Dan untuk itu, pemerintah DKI Jakarta, kalau pemerintah pusat memberlakukan secara menyeluruh, kami akan mengikutinya. Jadi Jakarta akan mengikutinya," tutupnya.
Saksikan Live DetikSore:
(dvp/isa)

















































