Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyentil konten viral diduga 'black campaign' promosi sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia, oleh seorang influencer yang mengajak pasien mencari second opinion di sana. Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menilai hal itu menjadi tamparan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan sistem layanan kesehatan di Indonesia.
Dalam unggahan viral dilihat detikcom, seorang influencer bercerita dirinya didiagnosis usus buntu oleh tiga dokter di rumah sakit Indonesia. Namun saat hendak menjalani operasi di sebuah RS di Penang, dokter di sana menyatakan tindakan operasi tidak diperlukan. Dia kemudian mengajak publik agar mencari second opinion penyakit seperti yang dilakukan dirinya di Penang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembali ke Irma, dia menyatakan sependapat dengan Menkes bahwa kualitas dokter Indonesia tak kalah dengan luar negeri. Namun dia memberikan catatan bahwa diduga masih ada dokter yang menyarankan pasien operasi demi semata keuntungan.
"Saya pernah mengalami juga, tumit sakit kalau dibawa jalan. Di salah satu RS dengan dokter di sana diminta rontgent, setelah itu disarankan operasi. Saya second opinion ke RS lain dengan dokter ortopedi, cuma disuntik sampai sekarang baik-baik saja. Dokternya malah bingung waktu saya bilang disaranin operasi, karena faktanya di hasil rontgent tidak ada yang harus dioperasi, hanya radang saja," kata Irma kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Menurut Irma, dokter-dokter di Indonesia memiliki kemampuan yang andal. Namun, sebutnya, ada sebagian dokter yang meminta pasien operasi sekadar untuk meraup keuntungan.
"Sebetulnya kualitas dokter kita nggak kalah kok dengan dokter-dokter di luar negeri, kalahnya cuma di pragmatisnya doang. Dokter di Indonesia, nggak semua, ada yang doyan cari cuan dengan operasi. Dikit-dikit operasi. Sama-sama di Indonesia loh, artinya tidak semua dokter pragmatis dan merugikan pasien," ujar dia.
Irma pun meminta catatan darinya menjadi atensi bagi pemerintah. Dia mendorong Menkes menertibkan hal tersebut.
"Ini yang harus ditertibkan, karena yang dirugikan bukan cuma uang tapi tubuh manusia. Dengan viralnya berita ini tentu menampar muka kita, Menkes harus segera menertibkan," kata dia.
Dilansir detikHealth, Menkes Budi Gunadi Sadikin buka suara soal polemik konten selebgram Fahira Almira yang membandingkan diagnosis tiga dokter di Indonesia dengan dokter di Malaysia terkait pengakuannya mengidap usus buntu.
Budi menyesalkan narasi yang berkembang karena dinilai berpotensi mendiskreditkan kemampuan dokter Indonesia. Ia menegaskan kompetensi dokter dalam negeri tidak kalah dengan dokter di luar negeri.
"Kalau saya bilang nomor satu, dokter-dokter kita nggak kalah lah sama dokter Indonesia," kata Budi, Kamis (13/8).
Menkes menilai promosi dengan cara yang berpotensi menyudutkan layanan kesehatan Indonesia tidak tepat jika memang benar merupakan bagian dari endorsement.
"Tidak pantas endorse dilakukan seperti itu," tegasnya.
(fca/ygs)


















































