Viral video memperlihatkan sejumlah anggota TNI diserang warga suku anak dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Penyerangan itu terjadi setelah petugas memergoki SAD mencuri sawit.
Keributan terjadi di area kebun sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, pada Jumat (28/8/2028). Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok warga SAD menyerang anggota TNI. Ketegangan terjadi usai kelompok SAD tersebut diduga mencuri buah sawit di lokasi perusahaan tersebut.
Anggota TNI tersebut mendapatkan serangan berupa pukulan, tendangan, hingga ancaman senjata tajam, meski aparat tidak melakukan perlawanan. Salah satu anggota berupaya menghindar dan meminta warga menahan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin dan Dandim 0420/Sarko Letkol Yakhya Wisnu Arianto membenarkan adanya kejadian itu. Saat ini, menurut dia, situasi sudah kondusif an sudah dilakukan mediasi.
"Betul, Mas (anggota TNI diserang). Situasi sudah kondusif dan sudah dimediasi sambil menunggu proses hukum," ujarnya, seperti dilansir detikSumbagsel, Minggu (30/8).
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji mengatakan, pascakejadian, seluruh stakeholder telah berupaya melakukan mediasi.
"Info dari Kapolres sudah dilakukan mediasi di seluruh stakeholder-nya," kata Erlan, Minggu (30/8).
Erlan menerangkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berawal dari anggota Yonif 896/Serempun Pseko menegur warga SAD yang membawa tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di kawasan inti perusahaan.
5 Pelaku Serahkan Diri
Lima pelaku pengeroyokan anggota TNI di Sarolangun itu menyerahkan diri ke polisi. Mereka diantar keluarganya langsung ke Polres Sarolangun.
Kelimanya merupakan warga suku anak dalam (SAD) dari kelompok Air Panas yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI-AD Yonif 896/Serumpun Pseko di area kebun sawit PT Sari Aditya Loka (SAL) Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, pada Jumat (28/8/2028).
Mereka menyerahkan diri pada Minggu (30/8) sekitar pukul 17.20 WIB, untuk menjalani proses hukum terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan PT SAL.
Proses penyerahan diri tersebut didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat H Jailani, Temenggung Nangkus, dan Jenang Jalaludin. Mereka juga diantar oleh warga SAD menggunakan tiga unit mobil dengan jumlah sekitar 15 orang.
"Kami mengapresiasi langkah para pihak yang memilih untuk menyerahkan diri dan menyelesaikan persoalan ini melalui proses hukum," kata Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Minggu.
Baca selengkapnya di sini dan di sini.
Lihat Video: Kronologi Anggota TNI Diserang Warga Suku Anak Dalam di Sarolangun
(idh/dhn)


















































