Jakarta, CNBC Indonesia- Tekanan pada nilai tukar Rupiah berlanjut pada perdagangan, Senin (18/05) dimana mata uang Garuda yang dibuka melemah hingga menyentuh level Rp 17.650 per Dolar AS.
FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama mengungkapkan sejumlah faktor penyebab pelemahan Rupiah, salah satunya sentimen Global terkait perang Timur Tengah yang mengerek penguatan indeks dollar AS yang menjadi safe haven investor, imbasnya pelemahan Rupiah berpotensi terus terjadi.
Dari dalam negeri, kekhawatiran pasar terhadap pengelolaan fiskal turut menjadi sentimen negatif yang menekan nilai tukar Rupiah.
Seperti apa analisa pergerakan Rupiah? Langkah apa yang harus diambil pemerintah? Selengkapnya simak ulasan Shania Alatas dengan FX Analyst CNBC Indonesia Research, Elvan Chandra Widyatama dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026)
Add
source on Google


















































