Tudingan Bawa Pria ke Kos di Balik Alumni Tampar 3 Siswi SMP di Bogor

1 week ago 18
Jakarta -

Video aksi penamparan terhadap tiga siswi SMP di Kota Bogor viral di media sosial. Ternyata aksi tersebut dipicu persoalan pribadi.

Dirangkum detikcom, Kamis (13/8/2026), mulanya kasus ini berawal dari sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan tiga siswi berseragam Pramuka ditampar oleh siswi lain. Dalam video itu, tampak sejumlah siswi berkumpul di jalan setapak di antara rumah-rumah warga.

Beberapa siswi menggunakan seragam Pramuka dan seorang wanita mengenakan kaus hitam dengan rok abu-abu SMA. Tampak tiga siswi berseragam Pramuka sedang ditanyai oleh siswi berkaus hitam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama kemudian, ketiga wanita ditampar bergiliran oleh siswi berkaus hitam. Ketiga siswi tampak menerima tamparan lebih dari satu kali.

Dalam akhir tayangan video, tampak beberapa pelajar pria menggunakan celana SMA berada di lokasi. Salah satu pelajar pria tampak mengejek ketiga siswi tersebut.

Polisi Selidiki

Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo membenarkan peristiwa dalam video terjadi di wilayah hukumnya. Saat ini, pihaknya mengambil langkah jemput bola dengan mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan.

"Betul. Kita hari ini ke lokasi untuk penyelidikan," kata Waluyo saat dimintai konfirmasi terkait video viral perundungan siswi, Kamis (13/8).

Waluyo mengatakan sejumlah orang dalam video sudah diketahui identitasnya. Namun saat ini pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut terkait pemicu dan kronologi kejadian.

"Sudah (teridentifikasi sosok dalam video). Sementara itu, kita masih akan cek, masih dilidik," kata Waluyo.

Penampar Siswi Ternyata Alumni

Polisi pun mengungkap sosok perempuan penampar tiga siswi tersebut merupakan alumni sekolah korban. Pelaku terdiri dari tiga orang.

"Adapun dalam video tersebut, ada tiga orang perempuan yang menjadi korbannya itu siswi SMP, yang merupakan siswi SMP negeri. Dari hasil klarifikasi, memang ada tiga orang pelaku yang melakukan kekerasan, yang merupakan alumni SMP tempat korban saat ini bersekolah," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan.

Polisi telah menelusuri dan memastikan identitas tiga siswi berseragam pramuka ke salah satu SMP di Kota Bogor. Hasil penelusuran, terungkap bahwa peristiwa tersebut terjadi di kawasan pemukiman yang tidak jauh dari sekolah, pada Selasa (11/8), sekitar pukul 15.30 WIB.

"Pada hari ini kami selaku pihak kepolisian dari Polsek Bogor Tengah didampingi Bhabin, kita klarifikasi kembali ke SMP untuk mengetahui kebenaran perihal video tersebut dan penyelesaiannya. Jadi hasil keterangan, bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa, tanggal 11 Agustus, pukul 15.30 WIB," sebutnya.

Pelaku dan Korban Tak Saling Kenal

Terpisah, staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor Ade Siswanto menambahkan, pelaku dan korban tidak saling mengenal. Adapun laki-laki dalam video viral, disebut Ade, merupakan teman pelaku di SMA.

"(Pelaku dan korban) tidak kenal, mereka bahkan ngakunya tidak kenal dengan (pelaku) yang baju hitam. Cuma mereka berteman dengan yang pakai baju pramuka yang di sebelah baju hitam, yang sebelah kanan," kata Ade setelah menemui pihak keluarga di sekolah korban.

"(Laki-laki di video) itu teman-temannya, masih alumni juga, jadi temen-temen perempuan yang baju hitam," imbuhnya.

Motif Penamparan

Polisi mengungkap motif pelaku menampar korban. Polisi mengatakan pelaku menampar tiga siswi itu lantaran tidak terima setelah digosipkan tempat kosnya sering didatangi teman laki-laku sampai larut malam.

"Jadi peristiwa tersebut berawal dari korban ini ada yang menyampaikan berita bahwa di daerahnya tersebut sering ada yang membicarakan, bahwa di tempat kosannya (pelaku) ada yang sering begadang sampai malam atau suka ada teman-teman cowok yang main," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan.

"Akhirnya berita tersebut tidak diklarifikasi kembali dan kemudian pelaku ini menemui korban sehingga terjadi pem-bully-an," lanjutnya.

Hal serupa diungkap staf Bagian SMP Dinas Pendidikan Kota Bogor Ade Siswanto. Pelaku, kata Ade, berniat mengklarifikasi korban tapi berujung melakukan kekerasan.

"Sebenernya masalahnya sepele. Intinya begini, yang memakai baju hitam yang perempuan itu adalah alumni, kemudian dia kos atau ngontrak. Nah (pelaku) dirumorkan, digosipkanlah ya, bahwa dia suka bawa lain jenis (pria) ke kosan, sering ngumpul, digosipkannya begitu," kata Ade.

Menurut Ade, pelaku ingin meminta klarifikasi kepada korban atas rumor yang disebarkannya itu. Namun, rencana awal klarifikasi itu berujung tindakan kekerasan.

"(Pemicunya) minta klarifikasi terkait rumors tadi, sampai akhirnya ada pemukulan," imbuhnya.

Kasus Berakhir Damai

Kasus tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

"Betul, untuk masalah hukummya adalah disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum," kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan.

Budi menyebut pihak keluarga korban dan pelaku sempat bermediasi dan sepakat berdamai, tak lama setelah kejadian. Hasil mediasi juga sempat disampaikan ke pihak sekolah korban dan pelaku, namun video perundungan beredar hingga viral di media sosial.

Polisi kemudian mengambil langkah jemput bola dengan mendatangi pihak sekolah, untuk mengkonfirmasi identitas pelajar dalam video viral, siang tadi. Polisi juga menindaklanjuti hasil mediasi pihak keluarga korban dan pelaku, yang tidak mau melanjutkan ke ranah hukum.

"Kesimpulannya dari peristiwa ini bahwa permasalahan tersebut tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dan kedua belah pihak tetap menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan yang paling utama mereka itu membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," kata Budi.

(amw/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |