Jakarta, CNBC Indonesia - Pada puncak kemarahannya terhadap Elon Musk, Presiden AS Donald Trump pernah menyebut tak mau lagi berhubungan dengan orang terkaya di dunia tersebut.
Konflik antara keduanya bersumbu pada kebijakan 'One Big Beautiful Bill' Trump yang salah satunya menghilangkan kredit pajak untuk kendaraan listrik (EV) komersial. Hal ini turut berdampak pada Tesla yang merupakan perusahaan milik Musk.
Eskalasinya dimulai dari hengkangnya Musk dari Gedung Putih, lalu pengesahan One Big Beautiful Bill yang bertentangan dengan kepentingan Musk, hingga merambat ke mana-mana.
Musk bahkan mengumumkan Partai Amerika, yang diklaim berbeda dari Demokrat maupun Republik. Trump juga sempat mengancam akan mencabut subsidi Tesla, hingga mendeportasi Musk ke Afrika Selatan.
Namun, di pengujung 2025, hubungan keduanya melunak. Salah satu momen kedekatan mereka tertangkap kamera dalam acara mengenang mendiang Charlie Kirk.
Beberapa saat lalu, Musk juga tampak hadir dalam jamuan makan malam bersama Trump dan Melania di Mar-a-Lago. Terbaru, Trump tiba-tiba melontarkan puji-pujian untuk Musk, di tengah pemblokiran akses Starlink di Iran.
Trump mengatakan akan berbicara dengan Musk untuk memulihkan internet di Iran. Diketahui, otoritas setempat memutus jaringan internet selama 4 hari dalam menghadapi protes anti-pemerintah yang kian memanas.
"Dia [Elon Musk] sangat hebat dalam hal seperti ini. Musk memiliki perusahaan yang sangat baik," kata Trump, merespons pertanyaa terkait apakah ia akan berhubungan dengan SpaceX milik Musk yang merupakan penyedia internet satelit Starlink.
Musk dan SpaceX tidak segera merespons permintaan komentar.
Aliran informasi dari Iran terhampat sejak pekan lalu, setelah pemerintah setempat melancarkan pemblokiran akses internet besar-besaran, menyusul aksi protes yang kian meluas melawan pemerintah sejak 2022.
Satelit Starlink diketahui sudah mendukung akses internet di Iran selama ini, termasuk ketika protes besar-besaran pada 2022 silam. Demonstrasi terbaru di Iran dimulai pada 28 Desember 2025, sebagai respons atas kenaikan harga komoditas, hingga merembet ke masalah-masalah lain di negara tersebut.
Ratusan orang tewas dalam aksi protes sejak penujung 2025, menurut estimasi kelompok hak asasi manusia. Organisasi berbasis AS, HRNA, mengatakan ada 490 pendemo dan 48 petugas keamanan yang meninggal. Sementara itu, lebih dari 10.600 orang ditangkap dalam dua pekan terakhir.
Iran belum memberikan keterangan resmi kepada Reuters.
Starlink Diblokir di Iran
Terbaru, Iran dilaporkan memblokir akses layanan internet satelit Starlink untuk pertama kalinya melalui penggunaan jammer militer. Tindakan ini terjadi di tengah pemadaman internet nasional, yang disebut sebagai salah satu pemutusan jaringan paling agresif di negara tersebut.
Menurut Iran Wire, meskipun puluhan ribu perangkat Starlink diklaim beroperasi di Iran, gangguan kini merembet ke konektivitas satelit.
Pada tahap awal, sekitar 30 persen lalu lintas uplink dan downlink Starlink terganggu sebelum meningkat pesat hingga di atas 80 persen dalam beberapa jam.
The Times of Israel mencatat bahwa jumlah penerima Starlink di Iran lebih banyak dibandingkan pemadaman-pemadaman sebelumnya, meskipun layanan tersebut tidak pernah disahkan pemerintah. Starlink juga dinyatakan ilegal untuk dimiliki maupun digunakan di negara tersebut.
Gangguan terjadi karena Starlink mengandalkan GPS untuk sinkronisasi dengan satelit, sementara Iran disebut telah menginterferensi sinyal GPS sejak konflik 12 hari dengan Israel pada Juni lalu. Situasi ini menyebabkan konektivitas satelit menjadi tidak merata dan menciptakan pemadaman lokal di sejumlah wilayah sensitif.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]


















































