Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping sepakat bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz. Meski begitu, belum ada indikasi Beijing akan ikut campur langsung dalam konflik tersebut.
Dalam perjalanan pulang dari Beijing usai dua hari pembicaraan dengan Xi, Jumat waktu setempat, Trump mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan pencabutan sanksi AS terhadap perusahaan minyak China yang membeli minyak Iran. China diketahui menjadi pembeli terbesar minyak Iran.
"Saya tidak meminta bantuan apa pun karena ketika Anda meminta bantuan, Anda harus membalasnya," ujar Trump ketika ditanya oleh seorang reporter di Air Force One apakah Xi telah membuat komitmen tegas untuk menekan Iran agar membuka kembali selat tersebut dikutip dari Reuters, Minggu (17/5/2026).
Xi tidak memberikan komentar terkait pembahasannya dengan Trump soal Iran. Namun, Kementerian Luar Negeri China mengkritik perang tersebut dan menyebut konflik itu seharusnya tidak pernah terjadi serta tidak ada alasan untuk terus berlanjut. "Kami Ingin Selat Dibuka"
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, setelah AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari lalu. Gangguan pengiriman melalui jalur tersebut memicu krisis pasokan minyak global dan mendorong kenaikan harga minyak.
Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan Teheran telah menyiapkan mekanisme untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz melalui rute-rute tertentu yang akan segera diumumkan.
Azizi mengatakan hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat, dan mereka juga akan mengenakan biaya untuk layanan khusus yang disediakan di bawah mekanisme tersebut.
Sementara itu, ribuan warga Iran dilaporkan tewas dalam serangan udara AS dan Israel. Ribuan orang lainnya telah tewas di Lebanon dalam pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, meskipun Israel dan Lebanon pada hari Jumat menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari yang telah meredakan konflik di sana.
AS diketahui menghentikan serangannya pada bulan lalu namun memulai blokade pelabuhan. Hingga Sabtu, 78 kapal komersial telah dialihkan dan empat dinonaktifkan untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade tersebut, kata militer AS.
Teheran, yang melakukan serangan terhadap Israel, pangkalan AS, dan negara-negara Teluk setelah perang dimulai, mengatakan tidak akan membuka blokade selat tersebut sampai AS mengakhiri blokadenya. Trump mengancam akan melanjutkan serangan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan.
"Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir, kami ingin selat itu terbuka," kata Trump di Beijing, bersama Xi.
Iran, yang telah lama membantah berniat membangun senjata nuklir, menolak untuk mengakhiri penelitian nuklir atau melepaskan persediaan uranium yang diperkaya yang disembunyikannya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran telah menerima pesan dari AS yang menunjukkan Washington bersedia melanjutkan pembicaraan.
Pakistan disebut telah menjadi mediator antara Washington dan Teheran. Kantor berita Iran Nournews mengatakan Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni telah mengadakan diskusi "terperinci" dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan yang berkunjung mengenai hubungan Iran-Pakistan dan prospek untuk melanjutkan pembicaraan negosiasi damai.
(pgr/pgr)
Addsource on Google


















































