Tetap Waspada, Hal Ini Masih Jadi Ancaman Bagi Ekonomi RI

8 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia-Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah menilai gejolak global masih menjadi tantangan besar bagi perekonomian Indonesia ke depan. Pemerintah diharapkan menyiapkan langkah mitigasi dengan tepat.

"Kita tahu bahwa gejolak global itu kan masih belum selesai. Berbagai risiko di global masih ada. Dan kemudian risiko di dalam negeri pun ya pasti ada, terutama terkait misalnya dengan fiskal," ungkapnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2026)

Adapun diketahui ketegangan di Timur Tengah masih harus diwaspadai meskipun sudah sedikit mereda. Dunia kini juga dihadapkan pada suku bunga tinggi yang memungkinkan tarik menarik modal asing masih akan terjadi dalam waktu lebih lama.

Dampaknya akan terlihat pada neraca perdagangan. Dalam dua bulan terakhir, neraca dagang Indonesia sudah defisit. Begitu juga dengan neraca jasa sehingga neraca pembayaran Indonesia juga diperkirakan defisit ke depannya.

"Nah ini kan adalah risiko-risiko yang harus kita antisipasi, karena kalau kita bicara neraca pembayaran misalnya yang pasti kaitannya dengan rupiah, kita kan masih dalam tekanan yang cukup besar. Nah risiko-risiko ini harus diantisipasi, agar supaya tidak mengarah kepada beban atau tekanan yang lebih besar dalam perekonomian kita," papar Piter.

Masuknya aliran modal ke dalam negeri berkaitan dengan kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah dan lembaga terkait lainnya. Imbal hasil juga harus menarik sehingga investor menancapkan dananya di Indonesia.

"Agar neraca modal dan keuangan kita itu bisa kembali surplus untuk menutup defisit yang ada di current account. Nah dengan, dan ini adalah hanya bisa terjadi ketika trust dari investor itu sudah sepenuhnya kembali, pulih," ujarnya.

Dengan demikian nilai tukar rupiah ke depan juga akan menguat. Kini dolar Amerika Serikat (AS) masih bertengger di kisaran Rp18.000.

"Saya kira nilai tukar kita akan bisa kembali. Ya walaupun mungkin tidak cepat, tapi dia akan mengarah kepada menuju kepada keseimbangan yang benar-benar mencerminkan nilai fundamental dari rupiah kita," pungkasnya.

(chd/mij) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |