Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan merevitalisasi Rusun Klender sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian yang lebih layak.
Suasana aktivitas warga di kawasan Rumah Susun (Rusun) Klender, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan merevitalisasi Rusun Klender sebagai bagian dari upaya menyediakan hunian yang lebih layak. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Rusun Klender dibangun secara bertahap sejak tahun 1976 hingga 1979 dan mulai dihuni pada tahun 1984. Kompleks hunian vertikal yang menjadi proyek percontohan ini kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1985. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Revitalisasi akan mengubah Rusun Klender yang saat ini memiliki sekitar 1.280 unit menjadi kawasan hunian vertikal dengan kapasitas lebih dari 10.000 unit. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pengembangan dilakukan melalui konsep permukiman berorientasi angkutan umum atau Transit Oriented Development (TOD), mengingat lokasi Rusun Klender berada di sekitar jaringan transportasi massal. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Selain menambah jumlah unit, revitalisasi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang terbuka, area komersial, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga sarana olahraga untuk mendukung aktivitas penghuni. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Sudah tahu kalau bakal di revitalisasi, tapi belum tahu kapan mulainya," kata salah satu penghuni Rusun Klender kepada CNBC Indonesia. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pemerintah memastikan proses revitalisasi akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan yang memperhatikan kenyamanan dan keberlangsungan tempat tinggal warga selama pembangunan berlangsung. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)


















































