Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengeluarkan peringatan keras kepada penjagal alias rumah potong hewan (RPH). Dia melarang RP menaikkan harga daging sapi.
Instruksi itu, kata dia, sebagai bagian kesiapan pemerintah menjaga stabilitas pangan nasional menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri 2026, di tengah harga pangan nasional yang cenderung terkendali.
"Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), komponen harga bergejolak (volatile food) secara bulan ke bulan mengalami deflasi sebesar 1,96 persen, sementara secara tahunan tercatat inflasi sebesar 1,14 persen, menandakan stabilitas harga pangan masih terjaga," kata Amran dalam keterangannya, Selasa (3/2/2026).
Pemerintah, lanjut Amran, telah menetapkan harga sapi siap potong dari feedloter tidak lebih dari Rp.55.000/kg dan terima di RPH maksimal Rp.56.000/kg.
"Untuk itu semua jagal wajib menjaga stabilitas harga karkas sehingga harga daging di pasar tidak lebih dari Rp.130.000/kg," tegasnya.
"Seluruh RPH tidak boleh menaikkan harga daging. Pemerintah ingin memastikan harga sapi dan daging tetap stabil, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026," ucapnya lagi.
Dia menambahkan, kenaikan harga yang tidak wajar tidak akan ditoleransi, terlebih jika dilakukan dengan memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momentum hari besar keagamaan.
Bahkan, demi memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif, Amran meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri bersama instansi terkait melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap RPH yang diduga memainkan harga daging.
Dan, telah menginstruksikan feedloter agar tidak menyalurkan/suplai sapi hidup kepada para jagal RPH yang tidak patuh terhadap ketentuan harga karkas dan daging.
""Feedloter jangan memasok sapi ke jagal/pemotong di RPH yang tidak patuh. Ini bentuk penertiban agar stabilisasi harga berjalan efektif," tukas Amran.
"Satgas Pangan kami minta turun langsung memeriksa RPH yang memainkan harga. Jika ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penindakan tegas," katanya.
Dengan pasokan pangan strategis yang kondisi aman, imbuh dia, pemerintah berkomitmen menjaga harga tetap terkendali.
"Dan, memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri 2026 tanpa tekanan lonjakan harga pangan," ujar Amran.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

















































