Tarif baru bus Transbandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 15 ribu berlaku besok. Pengguna bus Transbandara menilai tarif tersebut masih sepadan dan lebih murah dibanding moda transportasi lain.
"Kalau menurut aku agak jauh juga dari Rp 3.500 ke Rp 15 ribu. Cuma kalau dibanding naik kereta ke bandara sama DAMRI, ya ini masih lebih murah. Kalau menurut aku sih, masih worth it (sepadan)," kata pengguna bus Transbandara, Meysi, di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
Dia mengaku memilih bus Transbandara karena harga yang lebih murah dibandingkan taksi biasa ataupun taksi online. Dia menyebut ongkos taksi online dari Jaksel ke bandara bisa mencapai Rp 200 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih sesuai banget. Menurut aku ya, dari Rp 3.500, masalahnya jauh kan. Kalau kita ke sana naik taksi online itu kan bisa Rp 200 ribu," kata Meysi.
Meysi berharap ada peningkatan untuk tempat penyimpanan koper. Menurutnya, penumpang kerap kesulitan karena koper harus diangkat ke dalam bus Transbandara.
Pengguna Transbandara lain, Andika, mengatakan tarif baru bus Transbandara masih lebih murah dibanding moda lain. Dia mengatakan harga tersebut sepadan dengan jarak tempuh.
"Sebenarnya sih Rp 15 ribu nggak terlalu mahal ya," ucapnya.
Bus Transbandara di Terminal Blok M, Jakarta Selatan (Syahid/detikcom)
Sebelumnya, layanan bus Transjakarta Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (SH2) diresmikan pada 12 Maret 2026 oleh Pramono. Layanan tersebut menjalani masa uji coba dengan tarif Rp 3.500.
Pemprov DKI kemudian melakukan evaluasi terkait tarif layanan bus. Pemprov DKI kemudian memutuskan bus tersebut berubah nama menjadi bus Transbandara dan tarifnya menjadi Rp 15 ribu. Tarif baru itu berlaku mulai 1 September 2026.
Saksikan Live DetikSore:
(haf/haf)


















































