Serang -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyampaikan masih minimnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD atau (3B). Pemprov pun akan mendorong penambahan SPPG yang mencakup layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan MBG meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk ibu hamil, menyusui, dan balita. Ia meminta agar ada konsolidasi lintas sektor untuk menyamakan persepsi serta memperkuat program MBG 3B di Provinsi Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deden menekankan, MBG 3B tidak sekadar pemberian makanan, melainkan bagian dari strategi pembangunan manusia yang komprehensif. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah ibu hamil tercatat sebanyak 38.534 orang, ibu pascasalin 14.114 orang, dan balita 60.768 anak.
Sementara itu, SPPG yang telah terbentuk mencapai 1.081 unit. Namun, dari jumlah tersebut, baru 258 SPPG yang melayani MBG 3B. Oleh sebab itu, ia mendorong penambahan dan optimalisasi peran SPPG agar cakupan layanan MBG 3B terus meningkat.
"Pemprov Banten bersama Kemendukbangga/BKKBN dan seluruh mitra akan melakukan akselerasi melalui penguatan konsolidasi dan kolaborasi lintas sektor," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat. Kejelasan mekanisme dan sasaran program menjadi kunci keberhasilan implementasi MBG 3B di daerah.
"Melalui konsolidasi yang solid dan kolaboratif, program MBG 3B diharapkan dapat lebih cepat diterima masyarakat dan diimplementasikan secara optimal. Program ini tidak bersifat jangka pendek, melainkan investasi jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata Deden.
Sementara itu, Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Wahyuniati, menyampaikan MBG 3B akan diantarkan langsung kepada penerima setiap hari. Akan ada proses edukasi rutin setiap bulan kepada penerima mengenai perilaku hidup sehat, termasuk pola asuh anak di bawah lima tahun.
"Ibu hamil didorong untuk rutin memeriksakan kesehatan untuk memastikan pertumbuhan kehamilan yang optimal. Bagi ibu menyusui, edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI," ujar Wahyuniati.
(aik/zap)

















































