Spotify Mulai Ditinggal Gegara Algo Fatigue, Begini Penjelasannya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna Spotify mulai meninggalkan platform streaming musik tersebut. Penyebabnya adalah rasa bosan yang makin memuncak akibat fenomena yang disebut dengan algorithm fatigue.

Hui Yan dan tim dalam artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Technology Society mendefinisikan "kelelahan algoritma" sebagai kelelahan mental dan emosional karena interaksi yang terus menerus dengan algoritma. Tiga faktor pendorong utama terciptanya algorithm fatigue adalah pemahaman soal cara kerja algoritma, terus menerus terpapar ke konten yang sama, dan cara kerja algoritma yang tidak jelas.

Algo fatigue mulai dialami oleh sekitar 281 juta akun yang berlangganan Spotify di seluruh dunia. Mereka mulai kebosanan karena merasa Spotify merekomendasikan konten yang itu-itu saja.

Fenomena ini mendorong tim CEO baru Spotify, Alex Norstrom dan Gustav Soderstrom untuk mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi yang lebih beragam kepada penggunanya.

Menurut GuruFocus, Spotify ingin agar pengguna bisa memilih playlist lewat "percakapan," bukan lagi memilih salah satu dari playlist yang ditawarkan Spotify. Fitur ini diberi nama Prompted Playlist.

Tekanan dari sisi pengguna membuat Spotify berhadapan dengan permasalahan dari dua sisi bisnisnya. Spotify juga dihujat oleh musisi karena memberikan royalti yang lebih rendah dibanding pesaingnya, terutama Apple Music. Laporan dari Duetti mengklaim Apple Music membayar artis dan penulis lagu dua kali lipat lebih besar dari Spotify. Duetti menyatakan Spotify membayar US$ 3 untuk tiap 1.000 stream, Amazon Music membayar US$ 8,8, Apple Music membayar US$ 6,2, dan YouTube membayar US$ 4,8.

Spotify berdalih mereka memberikan penghasilan lebih besar kepada para musisi karena tingkat penggunaan platform mereka jauh lebih besar dibanding pesaingnya. Menurut Spotify, royalti yang dibayarkan oleh mereka naik 10 kali lipat dalam satu dekade. Pada 2024, artis yang karyanya didengarkan 1 dari 1 juta stream melampaui US$ 10.000 (Rp 164,45 juta).

Sistem Spotify adalah pembayaran kepada pemilik lagu berdasarkan konsep streamshare, yaitu jumlah stream tiap pemilik lagu dalam satu bulan dibagi dengan total jumlah stream di wilayah tertentu.

Contohnya, seluruh lagu milik seorang artis didengarkan sebanyak 1 dibanding 1.000 total seluruh lagu yang didengarkan dalam tiap bulan. artis tersebut berhak atas US$ 1 dari setiap US$ 1.000 royalti yang dibayarkan di suatu wilayah. Total royalti di sebuah wilayah ditentukan berdasarkan jumlah biaya langganan dan iklan yang didapatkan Spotify di wilayah tersebut.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |