Sosok Perempuan di Balik Nama Teleskop Rp 70 Triliun NASA

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - NASA baru saja meluncurkan teleskop luar angkasa terbarunya pada hari Minggu (30/8/2026) waktu setempat dari Stasiun Cape Canaveral. Proyek senilai US$4 miliar (Rp 70 triliun) diberi nama Teleskop Nancy Grace Roman yang terinspirasi dari nama eksekutif wanita pertama NASA yang bertugas pada 1960-an hingga 1970-an.

Teleskop itu akan mempelajari soal alam semesta, mengenai energi gelap dan materi gelap. Selain itu menguji gravitasi pada skala besar dan mencari planet yang berada di luar tata surya.

Ilmuwan senior proyek ini, Julie McEnery membandingkan Roman dengan teleskop lainnya Hubble yang diluncurkan 1990. Dia mengatakan teleskop baru NASA memiliki kesamaan dengan Hubble dalam hal sensitivitas dan ketajaman penglihatan.

Namun di sisi lain, pengamatan kosmosnya jauh lebih cepat. Pengamatan seluruh Bima Sakti bisa dilakukan hanya dalam waktu sebulan, sementara Hubble butuh waktu satu abad.

Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman. (Dok. NASA)Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman. (Dok. NASA) Foto: Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman. (Dok. NASA)

Sementara dibandingkan dengan teleskop Webb yang diluncurkan pada 2021, Roman mampu mengambil gambar panorama. NASA menyebut Roman seperti lensa sudut lebar, sementara Webb pada zoom.

"Webb didesain untuk emmapu menyelidiki alam semesta dengan sangat dalam dan kepekaan luar biasa. Jadi kita bisa menemukan hal langka di alam semesta awal," kata McEnery, dikutip dari Reuters, Selasa (1/9/2026).

"Roman menawarkan visi luar yang melengkapi pandangan mendalam dari Webb," dia melanjutkan.

Setelah diluncurkan, Roman kini tengah dalam perjalanan menuju lokasi orbitnya. Bernama Titik Lagrange, jaraknya mencapai 1,6 juta km dari Bumi.

Para ilmuwan akan mengoperasikan dan mempersiapkan operasi ilmiah selama 90 hari ke depan. Diharapkan sebelum liburan musim dingin, Roman bisa mengirimkan gambar beresolusi tinggi pertamanya ke Bumi.

Siapa Nancy Grace Roman?

Roman merupakan ilmuwan terkenal dalam sejarah NASA. Bahkan memiliki peranan penting dalam beberapa misi di lembaga tersebut.

Dia dikenal kepala astronom pertama dan eksekutif wanita pertama di NASA. Salah satu jasanya yang paling dikenal adalah menciptakan program astronomi luar angaksa pada 1959, satu tahun setelah lembaga didirikan.

Mengutip laman resmi NASA, perempuan kelahiran 16 Mei 1925 itu juga disebut sebagai ibu Hubble karena memiliki peranan penting dalam mewujudkan misi teleskop tersebut.

Roman mengaku sangat menyukai sains karena pengaruh orang tuanya. Ibunya kerap mengajaknya keluar di malam hari untuk menunjukkan beberapa objek, termasuk rasi bintang aurora.

Pada usianya ke-11, dia memulai klub astronomi dengan teman sekelasnya. Roman memutuskan menjadi astronom saat duduk di bangku SMP dan keputusannya didukung orang tuanya.

Namun dia juga menemukan kesulitan untuk mendapatkan perguruan tinggi yang mau menerima perempuan. Saat itu tidak semua kampus mengizinkan perempuan mendaftar.

Akhirnya dia memilih Swarthmore College di Pennsylvania, dan melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Chicago. Roman diketahui pernah bekerja sebagai staf perempuan pertama di Observatorium Yerkes.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |