Kupang -
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena merespons kasus YBS (10), siswa kelas IV sekolah dasar yang ditemukan tewas gantung diri di Kabupaten Ngada, NTT. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan kegagalan pemerintah dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini terhadap persoalan sosial yang dialami korban.
"Sebagai Gubernur NTT, saya turut berdukacita yang mendalam dengan kejadian di Jeri Bu'u adik kita harus meninggal, karena sistem yang ada di pemerintah provinsi, Kabupaten Ngada, sampai tingkat bawah, untuk bersama perangkat sistem yang lain. Kami gagal untuk mendeteksi dan solusi untuk anak tersebut. Apa pun kisahnya ini adalah tamparan keras bagi kemanusiaan kita," ujar Gubernur Laka Lena, dilansir detikBali, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melki Laka Lena menilai kejadian tersebut menjadi tamparan keras bagi pemerintah agar lebih serius mencegah peristiwa serupa.
"Tamparan keras bagi semua yang kita kerjakan bahwa ternyata kita masih belum berhasil untuk menjaga agar tidak ada nyawa yang meninggal sia-sia karena kondisi seperti ini," tambah Melki.
Sebagai gubernur, Melki menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut dan berharap peristiwa ini menjadi pelajaran agar tidak terulang.
"Saya mengucapkan belasungkawa bagi keluarga, kita doakan agar anak tercinta kita ini bisa diterima di sisi Tuhan dan benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," ujarnya.
Politikus Golkar itu menegaskan akan membahas persoalan ini bersama para bupati dan wali kota di NTT.
"Kami akan membicarakan semua ini dengan semua pihak, agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di seluruh NTT," tegasnya.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)

















































