Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
28 March 2026 10:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Di balik operasi militer Amerika Serikat (AS) ke Iran, ada sosok penting yang memegang kendali atas eksekusi operasi yang dilakukan.
Sosok penting yang memegang kendali di level komando, yakni Laksamana Brad Cooper. Dia saat ini menjabat sebagai Komandan U.S. Central Command (CENTCOM), salah satu komando tempur utama militer AS.
Dalam struktur militer AS, CENTCOM merupakan satu dari 11 combatant command yang dibentuk berdasarkan pembagian wilayah geografis dan fungsi tertentu. Khusus CENTCOM, komando ini bertanggung jawab atas kawasan yang mencakup Timur Tengah, termasuk Iran, serta sebagian Asia Barat dan Asia Selatan. Peran utamanya adalah menjalankan dan mengawasi operasi militer AS di wilayah tersebut.
Foto: U.S. Departement of War
Combatant Command
Karena itu, posisi Cooper menjadi sangat strategis. Sebagai pimpinan CENTCOM, dia berada di garis komando utama dalam pelaksanaan berbagai operasi militer AS di salah satu kawasan paling rawan konflik di dunia.
Peran CENTCOM kembali menjadi sorotan setelah komando ini mengeksekusi operasi militer terbaru AS ke Iran yang diberi nama Operation Epic Fury. Operasi tersebut memperlihatkan posisi CENTCOM sebagai ujung tombak militer AS untuk kawasan Timur Tengah.
Cooper sendiri bukan sosok baru di dunia militer AS. Dia lahir dari keluarga militer sebagai putra seorang perwira Angkatan Darat AS. Latar belakang itu ikut membentuk perjalanan panjangnya hingga menjadi salah satu pejabat militer paling berpengaruh di Pentagon saat ini.
Latar Pendidikan dan Bekal Strategis
Secara akademik, laksamana bintang empat ini memiliki latar pendidikan yang kuat. Cooper merupakan lulusan U.S. Naval Academy dan meraih gelar master di bidang Strategic Intelligence dari National Intelligence University.
Dia juga sempat mendalami hubungan internasional di Harvard dan Tufts University, serta menyelesaikan pendidikan di U.S. Army Command and General Staff College.
Bekal pendidikan ini membuat Cooper tidak hanya dibentuk sebagai perwira lapangan, tetapi juga sebagai sosok yang memahami strategi, intelijen, dan dinamika hubungan internasional. Hal ini menjadi modal penting bagi seorang komandan yang harus menghadapi kompleksitas geopolitik.
Karier Panjang di Laut dan Medan Operasi
Sebagai perwira Angkatan Laut AS dengan spesialisasi Surface Warfare Officer, Cooper memiliki pengalaman operasi yang sangat luas. Dia pernah bertugas di kapal yang dikerahkan ke berbagai area operasi komando tempur AS. Tak hanya itu, Cooper juga pernah menjalani penugasan di darat saat bertugas di Afghanistan.
Dalam perjalanan kariernya, Cooper telah memegang sejumlah posisi komando penting. Dia pernah menjabat sebagai komandan U.S. Naval Forces Central Command, FIFTH Fleet, dan Combined Maritime Forces di Bahrain. Pengalaman ini membuatnya sangat akrab dengan kawasan Timur Tengah, jalur pelayaran strategis, serta dinamika keamanan maritim di wilayah tersebut.
Selain itu, dia juga pernah memimpin Naval Surface Force Atlantic, Expeditionary Strike Group 7 di Okinawa, Jepang, serta U.S. Naval Forces Korea di Busan, Korea Selatan. Sementara dalam komando kapal, dia pernah memimpin USS Russell (DDG 59) dan USS Gettysburg (CG 64).
Pernah Bertugas Dekat Pusat Kekuasaan AS
Sebelum memimpin CENTCOM, Cooper lebih dulu menjabat sebagai Wakil Komandan U.S. Central Command. Posisi itu memberinya pemahaman mendalam mengenai tantangan dan prioritas militer AS di kawasan tersebut.
Di luar penugasan operasional, Cooper juga pernah menduduki berbagai posisi penting di level strategis dan politik pertahanan. Dia pernah menjabat sebagai Navy Chief of Legislative Affairs dan Director, Surface Warfare Officer Assignments. Dia juga pernah bertugas dalam berbagai peran eksekutif dan asisten militer di Gedung Putih, Office of the Secretary of Defense, U.S. Africa Command, dan markas U.S. Pacific Fleet.
Pengalaman itu memperlihatkan bahwa Cooper bukan hanya komandan tempur, tetapi juga figur yang memahami proses pengambilan keputusan di tingkat tertinggi pemerintahan AS.
Dikenal Lewat Kepemimpinan
Melansir dari situs resmi CENTCOM, Cooper disebut sebagai penerima Admiral Elmo Zumwalt Award for Visionary Leadership, sebuah penghargaan yang menunjukkan pengakuan atas kapasitas kepemimpinannya.
Namun, bagian yang paling ditekankan dalam profilnya justru bukan sekadar jabatan atau penghargaan, melainkan kebanggaannya atas orang-orang yang pernah bertugas bersamanya. Laksamana ini menyebut dirinya sangat bangga kepada ribuan personel luar biasa yang pernah bekerja dengannya di laut maupun di darat di berbagai belahan dunia.
Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan awak USS Gettysburg yang meraih Battenberg Cup, penghargaan bagi kapal, kapal selam, atau kapal induk terbaik di Armada Atlantik Angkatan Laut AS.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google


















































