Setoran PNBP Minus 20,4% Januari 2026, Terkumpul Rp33,9 T

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Penerimaan Negara Bukan Pajak alias PNBP pada Januari 2026 hanya terkumpul Rp 33,9 triliun. Realisasi itu terkontraksi 20,4% dibanding capaian periode yang sama tahun lalu, dan baru sebesar 7,4% dari target APBN 2026.

"Ini terpengaruh harga komoditas juga dipengaruhi gerak ekonomi lainnya," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Berdasarkan komponennya, setoran PNBP yang terkontraksi ialah SDA Migas dengan minus 25,2% dan nilainya hanya Rp 6,3 triliun. Disebabkan penurunan harga minyak mentah Indonesia atau ICP serta lifting minyak bumi. Termasuk efek perubahan split bagi hasil untuk K3S Pertamina Hulu Energi Rokan.

Kontraksi berikutnya pada pendapatan kekayaan negara yang dipisahkan, minus 99,5% dengan nilai hanya Rp 100 miliar. Disebabkan tidak terulangnya setoran dividen BUMN perbankan. Per Januari 2025, setoran dividen interim bank BUMN masih ada, yakni dari BRI senilai Rp 10,9 triliun.

Adapun untuk komponen PNBP yang naik, di antaranya ialah SDA Minerba yang tumbuh 14,8% dengan nilai per Januari 2026 sebesar Rp 10,3 triliun. Disebabkan peningkatan tarif PNBP dari komoditas mineral terdampak implementasi PP 19/2025 sejak April 2025.

Selanjutnya ialah PNBP K/L dengan nilai Rp 14,9 triliun, atau tumbuh 27,8% secara tahunan karena peningkatan pendapatan premium atas Surat Berharga Negara (SBN) dan pendapatan jasa transportasi.

Terakhir, setoran PNBP yang naik lainnya ialah pendapatan badan layanan umum (BLU) yang tumbuh 96,3% dengan nilai Rp 2,4 triliun. Disebabkan kenaikan pendapatan jasa pelayanan Rumah Sakit, Pendidikan, dan Kelapa Sawit.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |