Sejumlah Saluran Irigasi di Bogor Hilang, Pemkab Mulai Normalisasi

5 hours ago 2

Jakarta -

Sejumlah irigasi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan menghilang. Pihak Pemkab Bogor mulai melakukan normalisasi untuk mengembalikan fungsi saluran irigasi yang hilang itu.

"Beberapa saluran irigasi banyak yang hilang, tetapi kami berupaya hari ini yang mana daerah irigasi, kami berkolaborasi dengan BBWS, dengan PSDA, berkolaborasi bersama-sama untuk mengaktifkan kembali beberapa saluran-saluran irigasi yang ada," kata Bupati Bogor Rudy Susmanto, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudy mengatakan intervensi untuk mengembalikan fungsi irigasi telah dilakukan. Beberapa di antaranya ada di sejumlah kecamatan.

"Langkah dari pemerintah Kabupaten Bogor maka dari bulan lalu kita betul-betul melakukan intervensi yang cukup besar. Ciseeng, Kemang, Parung, Rancabungur, bahkan Cariu Tanjung Sari, mungkin normalisasi terakhir sempat dilakukan lima tahun-10 tahun, bahkan 15 tahun yang lalu," jelasnya.

Selain itu, normalisasi aliran irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di antaranya penataan kawasan dan bangunan liar di pinggir aliran irigasi.

"Lalu kita pun melakukan normalisasi untuk mengantisipasi di musim kering, yaitu di wilayah Cariu, Tanjung Sari, jadi ada lahan kurang lebih 700-800 hektare sawah," ungkapnya.

Selain itu, normalisasi seluas 200 hektare lahan perikanan juga juga dilakukan normalisasi di wilayah Ciseeng, Kemang, dan Parung serta mengembalikan zona hijau menjadi kawasan yang semestinya.

"Kita bahu-membahu jaga lingkungan bersama-sama yang harusnya sungai harus jadi sungai, yang harusnya hutan harus jadi hutan, yang harusnya menjadi zona hijau harus tetap menjadi zona hijau," tuturnya.

Selain itu, dia juga mengatakan beberapa sumur baru telah dibuat dan airnya dialirkan kepada masyarakat. Namun, menurut dia pengelolaannya masih perlu dioptimalkan.

"Bogor memiliki sumber mata air yang cukup luar biasa, belum terkelola dengan baik, kita tidak kelola secara bisnis. Tetapi sumber mata air tersebut kita lakukan pipanisasi untuk dialirkan ke beberapa rumah-rumah penduduk yang rentan terhadap kekeringan dan kita pun mempersiapkan beberapa toren-toren air sehingga pada saat kondisi air surut cukup banyak masyarakat mudah-mudahan tidak terdampak," pungkasnya.

(rdh/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |