Sehari Usai Reaktivasi, BNPP Catat Antusiasme Warga Kunjungi PLB Temajuk

9 hours ago 6

Jakarta -

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI mencatat antusiasme masyarakat perbatasan mengunjungi Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Antusiasme ini tercatat sehari setelah reaktivasi jalur Temajuk-Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano, Malaysia.

Antusiasme masyarakat dalam mengunjungi PLB Temajuk menjadi gambaran awal ketertarikan warga di kawasan perbatasan terhadap layanan perlintasan. Sekitar 100 warga datang untuk berwisata sekaligus mengenal fasilitas dan prosedur layanan perlintasan.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenal fasilitas dan memahami prosedur layanan perlintasan, termasuk persyaratan serta mekanisme pembuatan dokumen perjalanan atau PLB bagi masyarakat yang akan menuju Telok Melano, Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sekadar datang untuk melihat, masyarakat dapat memahami prosedur, menyiapkan dokumen, dan memanfaatkan akses tersebut untuk mendukung aktivitas wisata serta hubungan antarmasyarakat di kedua sisi perbatasan.

Pengoperasian PLB Temajuk secara resmi ditandai melalui Soft Launching Reaktivasi Pengoperasian PLB Temajuk-PKS Telok Melano yang digelar pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, yang mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI.

Ia mengatakan pengoperasian jalur Temajuk-Telok Melano merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat perbatasan yang selama ini menantikan tersedianya akses perlintasan tersebut. Menurutnya, pembukaan akses lintas batas merupakan proses yang membutuhkan kesepakatan dan kesiapan kedua negara karena berkaitan langsung dengan aspek kedaulatan.

"Launching dan aktivasi PLB yang kita selenggarakan hari ini merupakan jawaban dari harapan, impian, dan pertanyaan publik selama ini mengenai kapan sempadan Temajuk dan Telok Melano kembali dibuka. Membuka gerbang negara merupakan bagian dari penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara," ujarnya pada Soft Launching Reaktivasi Pengoperasian PLB Temajuk-PKS Telok Melano, dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan reaktivasi jalur Temajuk-Telok Melano tidak semata-mata berkaitan dengan tersedianya akses fisik perlintasan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, sosial, budaya, perdagangan, dan pariwisata antara masyarakat Indonesia dan Malaysia.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat yang ingin memanfaatkan jalur perlintasan perlu mengikuti prosedur layanan yang berlaku, termasuk memenuhi persyaratan dokumen perjalanan PLB.

Kehadiran masyarakat di PLB Temajuk pada hari pertama setelah peresmian menjadi bagian dari proses pengenalan layanan sekaligus menunjukkan ketertarikan warga terhadap akses perlintasan yang tersedia.

BNPP RI berharap keberadaan PLB Temajuk dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat perbatasan dalam melakukan mobilitas lintas negara secara tertib dan sesuai ketentuan.

Selain mendukung aktivitas pariwisata, akses tersebut diharapkan turut memperkuat interaksi sosial dan hubungan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Reaktivasi perlintasan Temajuk-Telok Melano merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia-Malaysia pada 8 Juni 2023 serta hasil Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama Kelompok Kerja/Jawatan Kuasa Kelompok Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sekber KK/JKK Sosek Malindo) Tahun 2026.

(anl/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |