SDA Ungkap Penyebab Aliran Air Deras di Bawah Jalan Amblas Lenteng Agung

3 hours ago 2
Jakarta -

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, menjelaskan penyebab aliran air yang deras di bawah jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia mengatakan air tersebut merupakan air yang sempat tertahan di bagian hulu.

Sartono mengatakan kerusakan jalan yang terjadi sebelumnya membuat aliran air tertahan dan menumpuk di bagian atas saluran. Saat ini, air tersebut mulai mengalir kembali setelah dilakukan perbaikan di bagian hilir.

"Sebelum semalam dikerjakan, yang pasca-rusakan kemarin ya, kan memang hole-nya gede kan awalnya. Tadi kan amblas separuh itu, nah itu memang air ngalir kan, tertahan air. Karena kemarin ambles itu, akhirnya airnya ketahan ke atas. Akhirnya ngantre-lah di atas gitu ya, airnya ngantre di atas," kata Sartono saat dihubungi, Sabtu (30/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sartono menyebut kondisi arus yang terlihat kuat di ujung lubang dipicu oleh penggantian material saluran menggunakan box culvert. Namun, karena pengerjaan belum rampung sepenuhnya, arus yang keluar menjadi lebih kencang.

"Begitu semalam dikerjakan, yang di ujung jembatan, di ujung crossing kan dikerjakan sudah diganti box culvert. Mulailah terbuka tuh sedikit, tapi belum semuanya. Nah, menimbulkan air yang dipicu tadi. Jadi berkurang tuh airnya, berkurang terus nih," jelasnya.

Sartono mengatakan volume air di bagian hulu kini mulai berkurang. Informasi itu diperoleh dari petugas yang memantau kondisi saluran di wilayah atas.

"Informasi yang saya dapet dari temen saya yang di hulu, itu sudah mulai surut," ucap Sartono.

"Walaupun pelan, tapi sudah surut. Karena crossing yang kita benerin sekarang ini kan belum semuanya. Jadi masih menghambat gitu ya," lanjut dia.

Dia juga membenarkan bahwa derasnya arus tersebut berdampak pada lubangan yang terlihat semakin besar akibat gerusan air. Sartono berharap faktor cuaca dapat mendukung proses perbaikan ini.

"Nanti, seiring waktu mungkin akan lebih surut. Mudah-mudahan berdoa cuaca nggak ekstrem, nggak ada hujan mudah-mudahan ya," ucap dia.

Terkait teknis perbaikan, Sartono mengatakan pengerjaan berat tetap difokuskan pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan lalu lintas.

"Nanti malam tetep akan diteruskan nanti malam. Karena kalau kita kerja siang itu sangat luar biasa ininya risikonya terutama lalinnya. Kalau malam-malam ya ya mungkin berkurang lalinnya itu. Tetep malam kita kerja. Siang cuma kita antisipasi aja siang," terangnya.

Meski demikian, tim SDA tetap disiagakan di lokasi untuk memantau situasi terkini. Termasuk berkoordinasi dengan instansi lain terkait pengamanan objek utilitas seperti tiang-tiang di sekitar lokasi.

"Oh iya nanti malam kan ada pekerja nanti. Nanti bekerja ada tim-tim apa dari dari SKPD lain mungkin Dishub, Pol PP kan nanti ngatur lalin tetep ngatur lalin. Kita tetep bekerja sama dengan semua tim," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aliran air di bawah badan jalan yang amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terpantau semakin deras. Kondisi tersebut membuat petugas mempersempit lajur lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (30/5/2026), titik jalan yang sempat amblas kini sudah ditutup menggunakan pelat besi agar kendaraan tetap bisa melintas. Namun, terlihat lubang di sisi bahu jalan yang memperlihatkan aliran di bawah permukaan aspal.

Air yang telah bercampur dengan tanah tampak mengalir sangat deras di bawah. Tak hanya air, sejumlah serpihan material tanah dan batu juga terlihat ikut hanyut terbawa arus dari bawah jalan.

Tepat di dekat lubang aliran air tersebut, terdapat beberapa tiang internet dan tiang listrik. Sebagai langkah antisipasi agar tiang tidak roboh, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di lokasi tampak mengaitkan dan mengikat tiga tiang tersebut menggunakan tali merah.

(ond/amw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |