Saraf Terjepit di Punggung: Penyebab, Cara Mengobati di Rumah

3 hours ago 5
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Nyeri hebat di punggung yang terasa menjalar hingga ke kaki, disertai rasa kesemutan atau mati rasa, sering kali jadi tanda kamu mengalami saraf terjepit.

Masalah ini bukan saja bikin tidak nyaman, tapi bisa sangat mengganggu produktivitas sehari-hari.

Menurut tim medis dari University of Utah Health, kondisi ini terjadi ketika akar saraf yang keluar dari ruas tulang belakang tertekan atau terjepit, dan ini tergolong keluhan yang sangat umum terjadi.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Dr. Zachary McCormick, menjelaskan bahwa setiap bagian tulang belakang memiliki jalur khusus tempat saraf keluar. "Kalau jalur itu menyempit atau terhalang apa saja, saraf akan tertekan dan timbullah rasa sakit," ujarnya.

Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, cara penanganan, dan langkah pencegahannya yang disesuaikan agar mudah dipahami.

Apa Sebenarnya Penyebabnya?

Sebagian besar kasus saraf terjepit di punggung dipicu oleh dua kondisi utama:

Pertama, adalah pergeseran atau penonjolan bantalan tulang belakang. Bagian lunak yang berfungsi sebagai peredam guncangan antartulang ini bisa menonjol keluar dan menekan saraf. Ini sering terjadi akibat kebiasaan buruk saat mengangkat beban. Misalnya, memungut barang berat dengan posisi punggung membungkuk, bukannya menekuk lutut dan menjaga punggung tetap lurus.

Kedua, adalah penyempitan ruang di dalam saluran tulang belakang. Biasanya hal ini terjadi seiring bertambahnya usia, akibat peradangan sendi atau pertumbuhan tulang berlebih yang membuat ruang gerak saraf jadi makin sempit. Selain itu, adanya kista atau pergeseran posisi antarruas tulang belakang juga bisa memicu masalah yang sama.

Banyak orang menyebut rasa nyeri yang menjalar ke kaki sebagai linu panggul. Padahal, menurut penjelasan medis, rasa sakit itu bukan berasal dari saraf panggul itu sendiri.

Melainkan akibat tekanan pada saraf di bagian bawah tulang belakang, yang kemudian menyebarkan rasa sakitnya ke sepanjang jalur saraf panggul.

Cara Mengatasinya: Mulai dari Rumah hingga Tindakan Medis

Penanganan saraf terjepit disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Pada tahap awal, perubahan posisi dan kebiasaan bergerak sering kali sudah cukup membantu meredakan keluhan.

Bisa Dilakukan di Rumah

Cara penanganannya berbeda tergantung apa penyebab dasarnya:

  • Kalau masalahnya berasal dari bantalan tulang yang menonjol: Cobalah posisi telungkup, lalu angkat dada sedikit ke atas dengan bertumpu pada siku atau tangan. Gerakan ini membantu mengurangi tekanan pada bagian yang menonjol tadi.

  • Kalau penyebabnya saluran tulang yang menyempit: Gerakan yang menekuk punggung, seperti mendekatkan lutut ke dada, biasanya terasa jauh lebih nyaman dan mengurangi rasa nyeri.

Selain itu, istirahat yang cukup, bergerak ringan, dan meminum obat pereda nyeri yang dijual bebas juga boleh dilakukan untuk meringankan gejala.

Ada satu kondisi yang dilarang keras dirawat sendiri di rumah, yaitu Sindrom Cauda Equina. Tandanya sangat khas: rasa mati rasa di area selangkangan, kaki terasa sangat lemah, hingga sulit menahan buang air kecil atau besar. Ini kondisi darurat medis. Segera ke rumah sakit karena penanganan terlambat bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.

Jangan Sampai Kambuh Lagi, Begini Cara Mencegahnya

Sebagian besar kasus saraf terjepit sebenarnya bisa dihindari dengan kebiasaan sederhana. Kuncinya ada pada cara kita memperlakukan tulang belakang sehari-hari:

  1. Jaga Postur Duduk: Kalau kamu bekerja banyak duduk, pastikan punggung menempel rapat ke sandaran kursi. Gunakan bantal penyangga pinggang kalau perlu. Jangan membungkuk atau menjulurkan kepala ke depan terlalu lama.

  2. Ubah Cara Angkat Beban: Ini penyebab paling sering. Ingat selalu: tekuk lutut, jaga punggung tetap lurus, dan dekatkan barang yang diangkat ke badan. Jangan angkat beban sambil memutar pinggang.

  3. Perkuat Otot Perut dan Punggung: Otot yang kuat akan menjadi penyangga alami yang meringankan beban tulang belakang.

  4. Jangan Diam Terlalu Lama: Setiap satu atau dua jam sekali, berdirilah dan jalan sebentar saja. Gerakan ringan ini sangat membantu melemaskan otot dan mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Merawat kesehatan tulang belakang berarti merawat kualitas hidupmu sendiri. Kenali gejalanya sejak dini dan pilih penanganan yang tepat agar masalah ini tidak berlangsung lama.

(dag/dag)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |