Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak penderita diabetes merasa cemas ketika dokter menyarankan terapi insulin karena dianggap sebagai 'tahap akhir' atau takut ketergantungan. Padahal, menurut dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES dari Mayapada Hospital Kuningan, insulin justru membantu mengendalikan gula darah lebih efektif sekaligus mencegah komplikasi.
Lantas, mengapa tubuh membutuhkan insulin tambahan? Pada penderita diabetes, terutama tipe 2, tubuh tidak lagi bisa menggunakan insulin dengan baik dan produksinya dari pankreas pun menurun, sehingga gula darah sulit terkendali.
"Obat minum umumnya membantu mengendalikan gula darah. Tapi jika pasien yang gula darahnya tetap tinggi meski rutin minum obat, hasil pemeriksaan HbA1c masih di atas target yang dianjurkan (≥7%), atau kadar gula sudah tinggi sejak awal pemeriksaan, dokter biasanya akan menyarankan insulin," jelas Roy, dikutip Senin (12/1/2026).
Meski begitu, masih banyak pasien yang ragu karena beredar berbagai mitos seputar insulin. Mitos yang paling sering muncul adalah bahwa insulin harus digunakan seumur hidup.
Faktanya, tidak selalu. Pada beberapa pasien, insulin hanya dibutuhkan sementara sampai kadar gula darah kembali terkendali. Ada pula anggapan bahwa insulin menimbulkan ketergantungan. Faktanya, insulin suntik hanya menggantikan hormon alami yang tidak lagi cukup diproduksi pankreas.
Bahkan, ada yang percaya insulin bisa merusak organ. Faktanya, justru insulin membantu melindungi ginjal, mata, saraf, dan jantung dari komplikasi akibat gula darah tinggi.
Panduan dari American Diabetes Association (ADA) 2024 dan PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2021 menegaskan insulin bisa diberikan lebih awal bila memang diperlukan. Contohnya, pada kondisi serius, kehamilan, atau kadar gula darah tinggi sejak awal, insulin bisa digunakan sementara hingga gula darah terkendali, lalu dilanjutkan dengan obat minum sesuai evaluasi dokter. Insulin tersedia dalam beberapa jenis dan pemilihannya mengikuti kebutuhan pasien.
"Terdapat insulin kerja cepat yang bekerja dalam hitungan menit untuk mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan, insulin kerja menengah atau panjang untuk menjaga kestabilan kadar gula darah sepanjang hari maupun malam, hingga kombinasi (premixed) yang praktis karena dalam satu suntikan sudah mencakup kebutuhan dasar sekaligus kontrol gula setelah makan. Meski insulin membantu mengendalikan gula darah, pemeriksaan rutin tetap penting bagi semua orang, baik yang sehat maupun berisiko," ungkap dr. Roy.
Untuk mendukung upaya deteksi dini dan pemantauan kesehatan terkait diabetes, Mayapada Hospital menyediakan Sugar Clinic, pusat layanan kesehatan bagi semua kalangan tanpa dikenakan biaya, yang ditujukan untuk pemeriksaan risiko prediabetes dan diabetes, disertai manajemen menyeluruh dan panduan gaya hidup guna menjaga metabolisme tetap sehat. Layanannya mencakup skrining berbasis AI, pemeriksaan gula darah (HbA1c dan kolesterol), konsultasi medis, dan pendampingan gaya hidup sehat yang terintegrasi.
Layanan ini tersedia di beberapa unit Mayapada Hospital di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan), Tangerang, Bandung, dan Surabaya. Informasi lebih lanjut mengenai layanan dapat diakses melalui MyCare, termasuk jadwal konsultasi dokter dan akses kegawatdaruratan melalui fitur Emergency Call.
MyCare menyediakan fitur Health Articles dan Tips seputar kesehatan tubuh, serta fitur Personal Health, yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit, yang memantau jumlah langkah harian, kalori yang terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]


















































