Rupiah Menguat, Nilai Tukar Dolar AS Turun Jadi Rp16.785

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan awal pekan ini dengan penguatan tajam terdahap dolar Amerika Serikat (AS). Seiring pelemahan yang terjadi pada dolar AS di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,44% ke posisi Rp16.785/US$. Penguatan ini sekaligus memperpanjang tren positif rupiah yang menguat dalam tiga hari perdagangan beruntun.

Sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, rupiah sudah menguat tipis 0,03% di level Rp16.855/US$. Seiring berjalannya perdagangan, rupiah terus menambah penguatan hingga ditutup di level penutupan tersebut.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih berada di zona merah dengan pelemahan 0,35% ke level 97,451.

Melemahnya dolar AS di pasar global menjadi salah satu penopang penguatan rupiah hari ini. Koreksi DXY mengindikasikan adanya tekanan jual pada aset berdenominasi dolar, sehingga membuka ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.

Tekanan pada dolar antara lain dipicu keputusan Mahkamah Agung AS yang pada Jumat lalu menyatakan penerapan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump yang menggunakan landasan hukum darurat internasional (IEEPA) tidak sah.

Putusan tersebut kembali membuka babak baru ketidakpastian terkait arah kebijakan tarif AS ke depan, yang turut memengaruhi pergerakan dolar.

Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi rilis APBN KiTa. Salah satu poin yang paling ditunggu pelaku pasar adalah perkembangan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di awal tahun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit APBN per Januari 2026 sebesar 0,21% atau setara Rp54,6 triliun.

"Angka ini masih sangat terkendali dan masih dalam koridor desain APBN 2026," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).

Purbaya menjelaskan defisit keseimbangan primer tercatat Rp4,2 triliun. Dari sisi belanja negara, realisasi mencapai Rp227,3 triliun atau 5,9% dari pagu APBN, sementara pendapatan tercatat Rp172,7 triliun.

Ia juga menuturkan penerimaan pajak pada Januari tumbuh 30,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang menurutnya mencerminkan perbaikan aktivitas ekonomi dan peningkatan efisiensi perpajakan.

"Ini menentukan akselerasi belanja pemerintah, khususnya program prioritas," ujarnya. Purbaya menegaskan secara keseluruhan APBN tetap berfungsi sebagai penggerak ekonomi dengan defisit yang terjaga.

"Kita optimis APBN mendukung momentum pertumbuhan sepanjang tahun 2026," paparnya.

(evw/evw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |