Menteri Luar Negeri Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang merendahkan para peserta armada Global Sumud Flotilla saat mereka ditahan oleh Israel. Para menteri sepakat menilai tindakan Ben-Gvir memalukan.
"Para Menteri menekankan bahwa penghinaan publik yang disengaja oleh Ben-Gvir terhadap para tahanan merupakan serangan yang memalukan terhadap martabat manusia, dan pelanggaran nyata terhadap kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, dan hukum hak asasi manusia internasional," demikian bunyi keterangan Kemlu sebagaimana dilihat dalam akun X-nya, Senin (25/5/2026).
"Para Menteri selanjutnya menyesalkan dan mengutuk dengan sekeras-kerasnya tindakan penghasutan dan kekerasan ilegal dan ekstremis oleh Ben-Gvir, dan pejabat Israel lainnya yang ditujukan kepada warga Palestina di wilayah Palestina yang diduduki," imbuhnya.
Para menteri juga memperingatkan bahwa tindakan provokatif Ben-Gvir memicu kebencian dan ekstremisme. Mereka juga menilai aksi Ben-Gvir menghalangi upaya untuk memajukan perdamaian yang adil dan abadi berdasarkan two-state solution atau solusi dua negara.
"Para Menteri menuntut pertanggungjawaban atas tindakan Ben-Gvir dan menyerukan langkah-langkah konkret untuk mengakhiri provokasi, hasutan, dan pelanggaran berulang yang dilakukannya, serta untuk mencegahnya melakukan ancaman lebih lanjut, dan memastikan bahwa tindakan tersebut tidak ditoleransi atau diulangi," katanya.
Mereka juga bicara pentingnya melindungi hak asasi manusia dan menjaga martabat serta perlakuan manusiawi terhadap semua tahanan. Mereka mengatakan Israel seharusnya memastikan penghormatan penuh terhadap hukum internasional di wilayah Palestina yang mereka duduki.
Aksi Itamar Ben-Gvir
Pada Rabu (20/5) sore waktu setempat, Itamar Ben-Gvirseorang ultra-nasionalis yang menjabat sebagai menteri keamanan nasional dan membawahkan kepolisian Israel, mengunggah video di media sosial dengan keterangan 'Selamat datang di Israel'.
Video tersebut memperlihatkan dia mengunjungi fasilitas penahanan di Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis ditahan.
Dia terlihat menyemangati petugas keamanan saat mereka menekan seorang aktivis perempuan yang berteriak 'Palestina merdeka'.
Ben-Gvir kemudian terlihat melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang berlutut di tanah dengan tangan terikat di belakang punggung mereka.
Dia mengatakan kepada mereka dalam bahasa Ibrani: "Selamat datang di Israel. Kami adalah tuan."
Para aktivis lainnya terlihat berlutut di dek kapal saat lagu kebangsaan Israel diputar.
Aksi Ben-Gvir ini mendapat kecaman dari sejumlah negara. Tak hanya dari negara lain, kecaman juga datang dari Israel sendiri.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, turut mengecam Menteri Keamanan Nasional, Itamar Ben-Gvir.
Gideon Saar menulis di X: "Anda dengan sadar merugikan negara kita dalam pertunjukan memalukan ini dan bukan untuk pertama kalinya."
Ben-Gvir dengan cepat membalas: "Menteri luar negeri diharapkan memahami bahwa Israel telah berhenti menjadi pihak yang mudah ditekan."
(zap/dhn)

















































