Jakarta -
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari menanggapi kritik dari Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso mengenai kinerja lembaganya. Qodari berterima kasih dan akan menjadikan kritikan tersebut menjadi penyemangat bagi jajarannya untuk meningkatkan kinerja.
"Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan dari DPR RI. Khusus nya dari Pak Sugiat Santoso. Insyaallah akan menjadi penyemangat untuk seluruh tim Bakom bekerja lebih kreatif dan maksimal," kata Qodari saat dihubungi, Senin (31/8/2026).
Qodari sepakat dengan Sugiat bahwa program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang telah berjalan menunjukkan keberpihakan terhadap rakyat. Begitu juga di sektor ekonomi yang menunjukkan indikator berjalan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar bahwa keberpihakan Presiden Prabowo pada rakyat sangat kuat, program kerja pemerintah juga sudah banyak yang berjalan, indikator-indikator fundamental ekonomi Indonesia juga baik," tuturnya.
Qodari mengatakan pihaknya akan lebih proaktif menyampaikan capaian-capaian pemerintah ke publik. "Yang menjadi PR adalah komunikasi yang lebih proaktif dan sistematis," imbuh dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menyoroti kinerja Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Sugiat meminta agar kinerja Bakom diukur secara objektif, salah satunya melalui peningkatan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Sugiat dalam rapat kerja dengan Kemensetneg di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/8). Dia menyinggung hasil sejumlah survei yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah masih di bawah 50%.
"Saya ingin memberi catatan. Supaya nanti ada evaluasi yang terukur bagaimana Bakom pemerintah ini setelah diberi anggaran yang sangat besar itu itu berhasil dalam kinerjanya secara objektif. Saya agak sedikit mengeluh nih, Pak, terkait dengan kinerja Bakom," kata Sugiat.
Politikus Partai Gerindra ini mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menurutnya berada di atas 5%. Selain itu, dia menyebutkan inflasi berada di bawah 3%, defisit anggaran di bawah 3%, serta realisasi investasi pada 2026 telah mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.
Namun Sugiat menilai capaian tersebut belum tercermin dalam persepsi publik. Dia menduga hal itu menunjukkan komunikasi pemerintah kepada masyarakat belum maksimal.
"Tapi di opini publik tidak dirasakan itu. Ini kan menunjukkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah itu belum maksimal menjelaskan kepada publik, menjelaskan kepada rakyat bahwa pemerintahan Pak Prabowo Subianto sebetulnya secara kuantitatif sudah bekerja dengan sangat baik dalam konteks ekonomi, dalam konteks yang lainnya, dan sebagainya dengan ukuran-ukuran yang sangat objektif," jelasnya.
(amw/eva)


















































