Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui video conference dari London, Inggris, dengan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang berada di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Mereka antara lain Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi serta Kepala BPKP Yusuf Ateh.
Dalam rapat tersebut, Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang sedang berada di London.
Menurut takarir di akun Instagram Sekretariat Kabinet, rapat membahas perkembangan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan yang dibentuk oleh Prabowo sejak Januari 2025 atau dua bulan setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
Terkait Satgas PKH, Prabowo telah memberikan penegasan bahwa penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp6,6 triliun menjadi titik awal komitmen kuat pemerintah memberantas praktik korupsi serta perampokan kekayaan negara yang telah terjadi selama puluhan tahun.
"Saya kira ini bisa dikatakan baru ujung dari kerugian bangsa dan negara kita, baru ujung, penyimpangan seperti ini sudah berjalan belasan tahun bahkan puluhan tahun," kata Prabowo dalam sambutannya pada acara penyerahan laporan capaian hasil Satgas PKH dan penyelamatan keuangan negara tahun 2025 yang digelar di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 24 Desember 2025.
"Jangan ragu-ragu, tidak pandang bulu, jangan mau dilobi sini, dilobi sana, tegakkan peraturan, selamatkan kekayaan negara, itu tugas saya. Dan saudara-saudara telah melakukan dengan baik, dengan tertib, dengan sesuai ketentuan, sesuai hukum," lanjutnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan saat ini belum sebanding dengan potensi kerugian yang sesungguhnya.
"Yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya kalau kita pelajari kerugian kita sangat-sangat besar. Kalau tidak salah, kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar," kata Prabowo.
Dalam sambutannya, Prabowo turut menegaskan negara tidak boleh terus-menerus mengalami kebocoran kekayaan. Pemerintah bertekad akan terus melanjutkan perjuangan menyelamatkan kekayaan negara
"Kita kerja terus, kita kerja terus untuk rakyat, dan rakyat merasa dan melihat apa yang kita kerjakan. Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keragu-raguan," ujarnya.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
















































