Posisi Terkini dan Dampak 3 Bibit Siklon Tropis yang 'Kepung' RI

2 hours ago 2

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terkini terkait kondisi tiga bibit siklon tropis yang terbentuk di sekitar wilayah Indonesia, yaitu bibit siklon tropis 90S, 93S, dan 92P. BMKG turut menyampaikan dampaknya.

Ketiga bibit siklon tropis ini sebelumnya telah muncul sejak akhir Februari lalu dan terus dipantau kondisi hingga dampaknya oleh BMKG. Berdasarkan pengamatan Tropical Cyclon Warning Center (TCWC) Jakarta, Kamis (5/3/2026), berikut informasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Update 3 Bibit Siklon Tropis per 5 Maret 2026

Bibit Siklon Tropis 90S

  • Lokasi: 11.7° Lintang Selatan (LS) 109.2° Bujur Timur (BT)
  • Kecepatan angin: 35 knot (65 km/jam)
  • Kecepatan angin maksimum: 992 hPa
  • Keterangan: Bibit Siklon Tropis 90S mulai terbentuk pada tanggal 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, di dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Saat ini posisi berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
  • Prediksi: Bibit Siklon Tropis 90S memiliki peluang Sedang untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah timur dalam periode 24 jam ke depan.

Bibit Siklon Tropis 93S

  • Lokasi: 15.3° Lintang Selatan (LS) 135.7° Bujur Timur (BT)
  • Kecepatan angin: 20 knot (37 km/jam)
  • Kecepatan angin maksimum: 1002 hPa
  • Keterangan: Bibit Siklon Tropis 93S mulai terbentuk pada tanggal 02 Maret 2026 pukul 13.00 WIB, di dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Saat ini posisi berada di Samudra Hindia barat Australia.
  • Prediksi: Bibit Siklon Tropis 93S memiliki peluang Sedang untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan.

Bibit Siklon Tropis 92P

  • Lokasi: 16.5° Lintang Selatan (LS) 119.6° Bujur Timur (BT)
  • Kecepatan angin: 30 knot (55 km/jam)
  • Kecepatan angin maksimum: 996 hPa
  • Keterangan: Bibit Siklon Tropis 92P mulai terbentuk pada tanggal 02 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, di dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta. Saat ini posisi berada di Daratan Australia bagian Utara.
  • Prediksi: Bibit Siklon Tropis 92P memiliki peluang Rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak perlahan ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan.

Bibit Siklon Tropis 5 Maret 2026Bibit Siklon Tropis 5 Maret 2026 (Foto: BMKG)

Dampak Langsung dan Dampak Tidak Langsung

BMKG menyampaikan bahwa adanya ketiga bibit siklon tropis ini berdampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di Indonesia dalam kurun waktu 24 jam ke depan sampai Jumat, 6 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Bibit Siklon 90S

  • Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTT.
  • Angin Kencang: Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTT.
  • Gelombang Laut Tinggi (1.25-2.5 m/Moderate Sea): Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores.
  • Gelombang Laut Tinggi (2.5-4.0 m/Rough Sea): Samudra Hindia barat Lampung hingga DI Yogyakarta, Laut Sawu.
  • Gelombang Laut Tinggi (4.0-6.0 m/Very Rough Sea): Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.

Bibit Siklon 92P

  • Hujan dengan Intensitas Sedang hingga Lebat: Pesisir selatan Papua Selatan.
  • Angin Kencang: Maluku bagian tenggara, Pesisir selatan Papua Selatan.
  • Gelombang Laut Tinggi (1.25-2.5 m/Moderate Sea): Laut Banda, Perairan Kep. Leti hingga Tanimbar, Perairan Kep. Kei hingga Aru, Laut Arafuru.
  • Gelombang Laut Tinggi (2.5-4.0 m/Rough Sea): Laut Arafuru.

Bibit Siklon 93S

  • Gelombang Laut Tinggi (1.25-2.5 m/Moderate Sea): Samudra Hindia barat Kep. Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores.
  • Gelombang Laut Tinggi (2.5-4.0 m/Rough Sea): Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan DI Yogyakarta, Laut Sawu.
  • Gelombang Laut Tinggi (4.0-6.0 m/Very Rough Sea): Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.

Lebih lanjut, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor di wilayah rawan.

(wia/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |