Polri Evakuasi 2 WNI Disekap Sindikat Penyelundup Timah di Malaysia

3 days ago 11
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengevakuasi dua warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disekap dan dianiaya di Malaysia. Keduanya disekap sindikat penyelundup pasir timah ilegal lintas negara.

"Kami melaksanakan kegiatan penyelamatan warga negara kita yang dilakukan penyekapan bersama-sama warga negara Indonesia yang lain, akan tetapi TKP-nya adalah di Malaysia," kata Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, melalui keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Irhamni mengatakan operasi penyelamatan dilakukan lewat kolaborasi Polri, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dan Polis Diraja Malaysia (PDRM).

Irhamni menyebut kedua WNI yang berasal dari Bangka Belitung awalnya bekerja sama dengan tiga pelaku lain untuk menyelundupkan pasir timah dari Bangka ke Malaysia. Dalam prosesnya, terjadi perselisihan di dalam sindikat tersebut.

"Mereka bertiga melakukan penyekapan terhadap dua orang kawannya karena dianggap telah melakukan penipuan. Dia (korban) telah menerima uang, tetapi pasir timahnya tidak dikirimkan ke Malaysia," jelasnya.

Akibat perselisihan itu, kedua korban diduga mengalami penganiayaan hingga percobaan pembunuhan di Malaysia. Informasi tersebut kemudian diterima Dittipidter Bareskrim Polri yang langsung berkoordinasi dengan Atase Kepolisian di Malaysia dan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM).

"Atas tindakan cepat rekan-rekan Atase Kepolisian di Malaysia, bekerja sama dengan PDRM, warga negara kita yang dilakukan penyekapan, penganiayaan, serta percobaan pembunuhan di sana bisa diselamatkan," tutur Irhamni.

Irhamni menyebut penindakan terhadap sindikat ini merupakan arahan langsung untuk mengamankan sumber daya alam Indonesia. Pasir timah, kata dia, menjadi komoditas yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan ekonomi dalam negeri.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita-nya menekankan bahwa mineral, terutama timah ini, harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Akan tetapi kenyataannya bahwa komoditas timah ini banyak diselundupkan ke Malaysia," ujarnya.

Meski berstatus korban penyekapan dan penganiayaan, kedua WNI itu tetap dibawa ke Bareskrim Polri untuk diperiksa lebih lanjut. Keduanya diduga kuat terlibat dalam praktik penyelundupan timah ilegal. Pihaknya juga mendalami keterkaitan kelompok ini dengan jaringan penyelundup timah lainnya.

"Terhadap penganiayanya tentunya ditangani oleh PDRM terhadap tiga orang pelaku tersebut. Akan tetapi untuk sindikat penyelundupan pasir timah yang mereka lakukan akan kami tindaklanjuti sesuai dengan bidang tugas kami, Direktorat Tipidter, untuk melakukan penegakan hukum," ujar Irhamni.

Simak juga Video 'Detik-detik Perampok Smelter Timah di Bangka Ditangkap Polisi':

(ond/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |