Petaka 14.20: Saham Konglo Mana Jadi Pemicu Bursa RI Jatuh?

2 hours ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

13 January 2026 08:55

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham konglomerat yang biasanya menjadi penopang, kini malah membuat Iongsor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam sekejam sempat tersungkur lebih dari 2% secara intraday.

IHSG pada kemarin Senin (12/1/2026) parkir di 8.884,72. Dalam sehari melemah 0,58% atau 52,03 poin. Menandai pelemahan paling kuat yang terjadi sejak awal tahun.

IHSG bahkan sempat mendadak ambruk dalam 15 menit pada perdagangan intraday kemarin , Senin (12/1/2025).

Pada rentang pukul 14.20-14.35 WIB, IHSG tiba-tiba turun hingga lebih dari 2%. Indeks sempat berada di level terendah atau 8.715,41 atauanjlok 2,48%.

Sepanjang perdagangan sesi I kemarin, IHSG masih bergerak cukup stabil di atas 8900, tetapi masuk pembukaan sesi I secara tiba-tiba IHSG langsung terjun 2% lebih ke posisi terendah di 8.715,41, ini sekaligus langsung menyentuh posisi rata-rata harian selama 20 hari. Setelah itu, selang beberapa menit koreksi IHSG menyusut cukup signifikan dan berakhir koreksi 0,58%.

Kalau ditelisik 10 saham yang menjadi beban terbesar IHSG kemarin, mayoritas datang dari saham grup Prajogo Pangestu (PP). Saham PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) menyeret indeks turun hampir 20 poin, diikuti koreksi saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membebani 13,29 indeks poin.

Saham PP lain seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), hingga PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga masuk jajaran beban IHSG kemarin, masing-masing sampai 4 indeks poin.

Selain grup PP, saham bank swasta RI terbesar milik grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ikutan menyeret indeks turun 9,51 poin.

Dari Grup Salim, terdapat dua saham yang ikut membebani pergerakan IHSG, yakni saham emiten mineral PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang juga merupakan hasil kerja sama Grup Salim dengan Grup Bakrie.

Selain itu, ada saham emiten kripto yang terafiliasi dengan grup Arsari milik adik Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), pada kemarin mengalami koreksi sampai 10%, menyeret IHSG turun 4,95 poin.

Terakhir ada saham batu bara milik konglomerat Low Tuck Kwong yang membuat IHSG menyusut 2,94 poin. Adapun berikut rincian 10 saham yang dengan beban paling berat kemarin:

Rangkaian pergerakan ini sekaligus menjadi bukti bahwa struktur IHSG saat ini sangat bergantung pada saham-saham konglomerasi berbobot besar.

Selama saham-saham tersebut menguat, IHSG relatif mudah menembus level psikologis tinggi, termasuk saat indeks sempat mendekati area 9.000.

Namun, ketika saham-saham konglo ini terkoreksi secara serempak, IHSG pun rentan longsor dalam waktu singkat, meskipun tidak seluruh saham di pasar mengalami pelemahan yang sama dalam.

Dominasi saham konglo menunjukkan reli IHSG selama ini lebih banyak ditopang oleh segelintir saham saja, bukan oleh penguatan yang merata di seluruh lapisan pasar.

Jika tanpa saham dari grup konglo, pelaku pasar meyakini posisi IHSG sebenarnya masih jauh di bawah itu, kemungkinan besar masih di sekitar level 7000. Kondisi inilah yang membuat pergerakan IHSG tampak solid di permukaan, namun tetap rawan volatilitas ketika penopang utamanya goyah.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |